Memilih Masker Yang Tepat

Memilih Masker Yang Tepat

Memilih Masker Yang Tepat Lindungi Diri Selama Pandemi Covid-19; Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan, ada empat masker yang bisa digunakan untuk melindungi diri Covid-19. Terutama melindungi dari droplet atau percikan cairan tubuh yang keluar dari mulut atau hidung ketika berbicara, bersin maupun batuk. Berikut yang telah dirangkum oleh Tim Support Priority Indonesia (Perusahaan Sepatu Kulit Militer POLRI Safety Tunggang) dibawah ini;

Pertama, masker kain. Wiku menyebut, masker kain bisa digunakan oleh masyarakat untuk mencegah keluarnya droplet besar akibat batuk atau bersin. Masker tersebut dipastikan memiliki filtrasi yang baik. Efektivitas flitrasi antara 10 sampai 60 persen.

Kedua, masker bedah atau medis. Masker yang disarankan untuk tenaga medis di fasilitas kesehatan ini juga bisa mencegah keluarnya droplet akibat batuk atau bersin. Masker bedah mempunyai filtrasi lebih tinggi dari masker kain, namun kurang dari 95 persen. “Juga ada masker N95 yang tentunya memiliki kemampuan 95 persen menyaring partikel virus dengan ukuran 0,1 sampai 0,3 mikron,” kata Wiku, Selasa (15/9). Masker N95 bisa mencegah keluarnya droplet akibat batuk atau bersin serta tidak ada kebocoran. Masker ini dianjurkan untuk tenaga medis yang berhadapan langsung dengan pasien Covid-19.

Keempat, masker facepiece respirator. Masker ini bisa menyaring virus yang terdapat dalam droplet besar atau kecil. Efektivitas filtrasi masker facepiece respirator lebih dari 99 persen. Masker ini dipastikan tidak mengalami kebocoran dan bisa melindungi terhadap aerosol dan airbone. Wiku mengingatkan, menggunakan masker sangat penting untuk menekan laju peningkatan kasus Covid-19. Jika lebih dari 75 persen penduduk di Indonesia patuh menggunakan masker maka kasus Covid-19 bisa menurun secara drastis. “Mayoritas masyarakat paling tidak sekitar 70 sampai 75 persen menggunakan masker secara tertib. Ini bisa menurunkan kasus di Indonesia,” ujarnya.

Masyarakat Boleh Pakai Masker Berbahan Scuba

Dokter spesialis paru RSUP Persahabatan, Erlina Burhan, mengatakan masyarakat boleh menggunakan masker kain berbahan scuba. Masker ini sedang menjadi tren di tengah pandemi Covid-19 karena bahannya dianggap nyaman. “Nggak masalah (bahan scuba), yang penting masker saja,” Erlina mengatakan, masker kain apapun bahannya bisa digunakan masyarakat di tempat umum. Namun, tetap harus menjaga jarak minimal satu meter.

Tidak Pakai Masker, Puluhan Remaja Dihukum Satpol PP Tangsel Bersihkan Taman

Tingkatkan kesadaran penggunaan masker, Tim Gagak hitam Satpol PP Tangerang Selatan, operasi kepatuhan di kawasan taman Kota 2, BSD, Tangerang Selatan, Minggu (13/9). Dari operasi tersebut, 20 orang tidak menggunakan masker dan dihukum membersihkan area taman kota 2. Kasat Pol PP Tangerang Selatan, Mursinah menerangkan, operasi kepatuhan terhadap protokol kesehatan di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tangsel, ini akan terus berjalan. Dia menjelaskan, saat ini tingkat kepatuhan warga Tangsel, terhadap protokol kesehatan baru sekitar 85 persen.

“Operasi kepatuhan ini akan terus kami lakukan. Kami menyasar pusat-pusat keramaian warga seperti pasar, tempat berolahraga, pusat belanja. Dari ratusan orang yang ada di Hutan kota II ini, ada 20 orang tidak menggunakan masker,” ucapnya. Dia menjelaskan, 20 orang terjaring tidak menggunakan masker itu didominasi oleh anak remaja. “Umumnya anak-anak usia remaja. Seperti kita tahu, mereka ini rentan menjadi carier pembawa virus. Kepada mereka kami berikan sanksi dengan membersihkan seluruh area taman kota selama 2 jam,” ucapnya.

PMI Minta Warga Tak Asal-Asalan Gunakan Masker Demi Hindari Razia Petugas

Palang Merah Indonesia (PMI) menyebutkan masih banyak warga yang tidak benar menggunakan masker sehingga fungsinya tidak optimal khususnya untuk mencegah penularan COVID-19. “Fungsi masker untuk meminimalkan terjadinya penularan virus ini melalui droplet, tapi jika tidak benar dalam penggunaannya maka potensi terjadinya penularan tetap tinggi,” kata Pengurus PMI Pusat Bidang Kesehatan dan Sosial Heru Aryadi melalui sambungan webinar online, Sabtu (13/9). Menurutnya, PMI secara gencar memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana menggunakan masker yang benar untuk meminimalkan tertularnya COVID-19. “Jangan sampai warga asal-asalan menggunakan masker apalagi hanya sebatas untuk menghindari razia yang dilakukan petugas,” katanya.

Adapun beberapa langkah menggunakannya pertama sebelum memakai masker harus cuci tangan dengan sabun yang benar, kemudian pegang tali dan menarik masker dengan menggunakan ujung jari hingga masker tersebut menutup hidung, mulut dan dagu dengan sempurna. Kemudian, tekan tepi masker yang kaku sesuai lekukan hidung seperti yang ada pada masker medis, selanjutnya jangan sekali-kali menurunkan masker ke dagu karena bisa berpotensi terinfeksi oleh virus, bakteri maupun kuman yang menempel pada bagian depan masker itu. Terakhir cara melepasnya adalah dengan memegang tali dan langsung lepaskan dan jangan menyentuh bagian depan masker, setelah itu cuci dengan sabun atau membilas tangan dengan hand sanitizer.

Lanjut dia, untuk masker medis hanya bisa digunakan sekali pakai saja jika sudah dilepas maka segera buang atau musnahkan, sementara untuk masker kain penggunaannya hanya empat jam saja kemudian cuci dengan sabun hingga bersih. Selama ini, warga yang memakai masker kain menggunakannya dalam durasi waktu yang lama, bahkan ada juga yang hingga berhari-hari atau menunggu kumel baru dicuci. Padahal untuk memaksimalkan fungsi masker tersebut harus tetap menjaga kebersihan.

“Menggunakan masker harus sempurna karena fungsinya untuk melindungi kita dari penularan COVID-19, jika penggunaan dengan cara yang benar risiko penularannya pun akan semakin rendah,” tambahnya. Di sisi lain, Heru mengatakan penularan COVID-19 ternyata saat banyak terjadi di ruang tertutup melalui aerosol, seperti di rumah makan atau tempat tertutup lainnya banyak warga yang tidak sadar melepas maskernya dan berpikiran bahwa lawan bicara maupun orang di sekitarnya terbebas dari COVID-19. Padahal, orang tersebut terkonfirmasi positif dan akhirnya tertular. Harus diketahui, sekitar 80 persen pasien positif COVID-19 ternyata tanpa gejala dan ini yang harus diwaspadai karena bisa saja orang di sekitar ada yang positif tapi tidak menyadarinya.

Kuncinya warga harus menerapkan protokol kesehatan secara dengan benar mulai cari cara menggunakan maskernya, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun pun harus benar. Terakhir, jangan menganggap enteng virus ini, karena sudah ditemukan kasus orang tanpa gejala dan menganggap dirinya sehat tiba-tiba meninggal karena Happy Hypoxia. Sebab, COVID-19 juga mengganggu oksigen dalam darah yang akhirnya mengalami penurunan oksigen secara perlahan hingga di bawah 80 persen dan pengidapnya bisa meninggal tiba-tiba.

(Source: Merdeka.com)

Leave a Reply