New Normal New Spirit

New Normal New Spirit

New Normal New Spirit; Pandemi Corona tak boleh menghalangi masyarakat untuk tetap hidup produktif. Berbagai terobosan dilakukan, menginspirasi masyarakat untuk terus semangat menyambut kenormalan baru dengan penuh optimisme. New Normal, New Spirit! yang telah dirangkum oleh Tim Support Priority Indonesia (Perusahaan sepatu kulit Militer POLRI Safety Tunggang) di bawah ini;

Meskipun Corona melanda, aktivitas pendidikan tetap berjalan. Kemendikbud pun menyiapkan pembelajaran dari rumah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengungkapkan sistem pembelajaran jarak jauh atau belajar online akan terasa dampaknya di masa depan. Sistem ini memanfaatkan teknologi untuk interaksi antara siswa dan guru.

“Saya akan mengatakan bahwa hal yang paling menggembirakan yang kita lihat sebenarnya bukan efeknya hari ini dan apakah mereka benar-benar akan mampu mengimbangi anak-anak yang tidak bersekolah, saya pikir efektivitasnya jauh lebih terasa di masa depan,” ujar Nadiem dalam konferensi video yang disiarkan saluran YouTube Setpres, Kamis (14/5/2020). Hal ini disampaikan Nadiem saat menjawab seberapa efektivitas belajar dari rumah sejauh ini.

Belajar dari rumah secara daring merupakan kebijakan yang diambil pemerintah di tengah masa pandemi virus Corona (COVID-19). Nadiem menjelaskan, kementeriannya sudah merencanakan penggunaan teknologi untuk menunjang pendidikan.

“Teknologi adalah bagian inti dari rencana kami di Kementerian Pendidikan (dan Kebudayaan) untuk mendukung guru dan orang tua dalam meningkatkan kemampuan mereka untuk mempersonalisasikan pembelajaran, mengajar di tingkat yang tepat, dan benar-benar berfokus pada kompetensi, alih-alih konten,” ujar Nadiem.

Tak sampai situ, spirit untuk berinovasi juga terlihat dari sejumlah sekolah yang menggelar kegiatan pendidikan dengan protokol kesehatan. Seperti yang dilakukan Sekolah Menengah Atas (SMA) Stella Maris yang berlokasi di BSD, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel). Sekolah ini menggelar wisuda secara drive thru pada Selasa (9/6/2020). Ide melangsungkan wisuda secara drive thru ini muncul karena menyesuaikan situasi pandemi Corona serta pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Pihak sekolah sudah mngantongi izin dari petugas keamanan di wilayah setempat untuk menyelenggarakan wisuda secara drive thru. Proses perencanaan hanya berlangsung selama 3 minggu. Wisuda drive thru ini diikuti tiga kelas, dengan rincian dua kelas jurusan IPS dan satu kelas IPA. Total murid yang mengikuti wisuda dari tiga kelas tersebut berjumlah 64 orang.

New Normal New Spirit

Untuk pemberian mendali, salinan ijazah serta foto bersama guru, per anak memakan waktu 5 menit. Setelahnya anak tersebut dapat menuju tempat di belakang loby yang disediakan sekolah untuk foto bersama keluarga selama 3 menit dan setelahnya mereka diharuskan untuk segera meninggalkan area sekolah. Lalu wisudawan menuju backdrop yang bisa untuk foto dengan orang tua.

Jadi pada saat wisuda tersebut, hanya anak yang turun dari mobil, lalu foto bersama hanya diberi waktu kesempatan 3 menit. Begitu waktu habis mereka harus keluar dari area sekolah. Meski baru pertama kali menyelenggarakan wisuda secara drive thru, semuanya dapat berjalan dengan lancar. Semua anak yang diwisuda bersukacita dan para orangtua juga merasa bangga juga terharu.

Jadi tetap semangat ya bagi kalian Angkatan 2020!

Yang pasti, ada tiga inisiatif yang didorong untuk tetap produktif di tengah wabah dengan protokol kesehatan yang ketat. Pertama adalah membiasakan diri untuk hidup sehat, berikutnya adalah inisiatif untuk terus kreatif dan berinovasi agar aktivitas tidak terhenti dan tetap produktif. Dan terakhir adalah inisiatif untuk terus berbagi.

Hadapi New Normal, Bos OJK: Roda Perekonomian Harus Tetap Bergerak

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengajak masyarakat untuk bersemangat menghadapi situasi new normal. Hal ini agar perekonomian nasional kembali berjalan. Walaupun new normal, masyarakat Indonesia juga harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat sebagai cara perlindungan diri.

“Sobat relasi semuanya, di mana pun berada. Pandemi COVID-19 di seluruh dunia belum jelas kapan berakhir, vaksin masih dikembangkan. Tetapi roda perekonomian harus tetap bergerak,” kata Wimboh kepada, Jumat (12/6/2020). Dia mengungkapkan OJK sebagai regulator yang mengatur industri jasa keuangan, melindungi konsumen mendukung penuh yang disampaikan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjalankan skenario new normal.

“Tatanan new normal harus dimanfaatkan, karena berpotensi meningkatkan perekonomian. OJK sudah menerbitkan kebijakan dan memantau realisasinya untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi COVID-19 ini,” jelasnya. Wimboh mengapresiasi langkah pemerintah pusat, daerah, industri jasa keuangan atas sinergi untuk menjadi lebih baik dalam menyongsong era new normal. “Kita harus memiliki semangat kebangsaan, saatnya bahu membahu saling percaya dan peduli. Kita sama-sama menggairahkan perekonomian kita,” jelasnya.

New Normal New Spirit

Saat ini OJK dalam menjalankan tugas selalu memperhatikan protokol kesehatan berdasarkan arahan satgas penanganan COVID-19 dan Kementerian Kesehatan. Dia mengharapkan masyarakat juga bisa meningkatkan kepedulian terhadap diri sendiri dan tetap menjaga kesehatan. Menurut dia era new normal adalah pilihan logis. Era ini harus dipandang sebagai era positif untuk optimisme ke depan dan menebar kebaikan kepada sesama. “Tetap semangat, tetap sehat, jangan lupa menggunakan masker, mencuci tangan, jaga jarak, istirahat yang cukup dan ikuti protokol kesehatan yang tepat. New normal, New Spirit, stay safe dan stay healthy,” ujarnya.

Tips Tetap Produktif dan Sehat saat New Normal Ala Bos Bappenas

Pemerintah terus mengimbau masyarakat terkait dengan pelaksanaan tatanan normal baru alias new normal. Kebijakan itu dilaksanakan agar ekonomi Indonesia kembali bergairah usai terdampak oleh pandemi Corona alias COVID-19 beberapa bulan ini. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Suharso Monoarfa membagikan tips-tips pada masyarakat untuk tetap sehat dan produktif pada pelaksanaan new normal. Menurut dia, kebiasaan-kebiasaan baru pada era new normal bukan hal yang baru bagi masyarakat. Melainkan sudah pernah dilaksanakan, khususnya selama pandemi COVID-19 berlangsung di Indonesia.

“Kita telah melakukan social distancing atau physical distancing baik dalam rumah maupun di luar rumah, kita juga sudah menggunakan masker apabila meninggalkan rumah dan kita senantiasa mencuci tangan kita atau setidak-tidaknya kita membawa hand sanitizer kalau kita sulit di tengah jalan sulit menemukan tempat untuk kita mencuci tangan,” kata Suharso kepada, Jakarta, Jumat (12/6/2020). Pada era new normal ini, dikatakan Suharso sebuah keharusan dan masyarakat mau tidak mau harus beradaptasi khususnya dalam menjalani kehidupan sehari-hari sembari memutus rantai penularan COVID-19.

“Karena itu setiap orang dari kita, setiap anak bangsa, siapapun dia diminta untuk bersama-sama berpartisipasi, mengambil peranannya sekecil apapun dan yang terkecil itu adalah sekali lagi menggunakan masker, tidak bosan-bosannya mencuci tangan dan jangan lupa untuk menjaga jarak dengan orang di sekitarnya, itu Penting. Jadi tidak terlalu rumit bukan,” ujarnya. Menurut Suharso, masyarakat harus disiplin menjalankan protokol kesehatan yang sudah diberlakukan, khususnya di tempat-tempat yang biasa menjadi kerumunan, seperti tempat beribadah, pusat perbelanjaan, hingga kantor.

“Jadi tidak ada hal yang baru, tidak ada hal yang perlu dirumitkan, yang penting kita mau mempersiapkan diri, menjaga diri kita, keluarga kita, dan orang di sekitar kita, dan yang penting juga kalau kita nanti setelah beraktivitas di luar lalu kembali jangan lupa kita untuk mandi, mandi kemudian seluruh baju dan pakaian yang kita pakai benar-benar dicuci tidak perlu digantung-gantung lagi, tidak perlu dipakai lagi, pakailah yang baru untuk keesokan harinya,” ungkap Beliau.

(Source: news.detik.com)

Leave a Reply