RS TNI AD Tingkatkan Imun Pasien Positif Covid Pakai Madu Murni

RS TNI AD Tingkatkan Imun Pasien Positif Covid Pakai Madu Murni

RS TNI AD Tingkatkan Imun Pasien Positif Covid Pakai Madu Murni; Rumah Sakit TNI AD Palangka Raya, Kalimantan Tengah juga menangani pasien positif Covid-19. Dalam pengobatannya di sana selain medis, pasien juga diberikan madu murni guna meningkatkan imunitas tubuh. “Kami melalui RS TNI AD Palangka Raya juga membantu perawatan pasien positif Covid-19, dengan pengobatan medis didukung metode lainnya,” kata Komandan Korem (Danrem) 102/Pjg Brigjen TNI Purwo Sudaryanto di Palangka Raya, Sabtu (18/7). Salah satu yang digunakan oleh para tim medis di RS TNI AD yakni madu murni atau alami, yang dinilai sangat efektif membantu meningkatkan imun atau daya tahan tubuh seseorang. Berikut yang telah dirangkum Support Priority Indonesia (Perusahaan Sepatu Kulit Militer POLRI Safety) di bawah ini;

“Treatment obat-obatan dan juga makanan, salah satunya warisan leluhur adalah madu murni itu terbukti sangat membantu meningkatkan imun serta mempercepat kesembuhan,” tegasnya. Sudah cukup banyak pasien positif Covid-19 yang sembuh setelah mendapatkan perawatan, baik masyarakat umum maupun anggota TNI yang pernah terpapar virus tersebut. Bahkan ia menjelaskan, pernah ada anggotanya terpapar Covid-19 dan dirawat di salah satu rumah sakit, namun hingga delapan kali swab hasil pemeriksaannya masih saja positif.

“Akhirnya kami putuskan memindahkannya ke RS TNI AD dan diberikan treatment atau pengobatan seperti yang biasa diterapkan hingga tak lama berselang anggota kami itu dinyatakan dua kali negatif dan sembuh,” terangnya. Hanya saja penanganan pasien positif Covid-19 pada RS TNI AD cukup terbatas, yakni maksimal sebanyak 14 tempat tidur. Sebab, pihaknya juga harus melayani pasien umum yang bukan terkait Covid-19. Adapun hingga saat ini anggotanya yang pernah terpapar ada sekitar delapan orang, namun terakhir kemarin setelah mendapatkan perawatan juga sudah dinyatakan sembuh.

“Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 kami rutin melaksanakan tes cepat, utamanya bagi personel yang tergabung dalam satuan tugas maupun mereka yang sering berinteraksi dengan masyarakat umum,” katanya. Danrem menegaskan, Covid-19 bukanlah sebuah aib, melainkan wabah yang harus ditangani bersama-sama. Pihaknya tidak pernah menyerah ataupun jenuh untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat, tentang protokol kesehatan maupun penanganan di lapangan. Sementara itu Kepala RS TNI AD Mayor dr Alex Ranu menjabarkan, penanganan pasien positif Covid-19 oleh pihaknya, sebenarnya tidak jauh berbeda dari RS lainnya. “Kami melakukan penanganan dengan pengobatan medis serta dikombinasikan sejumlah hal lainnya, yakni terapi tradisional,” ungkapnya.

Menurutnya membuat pasien tidak stres sangatlah penting dilakukan, seperti memberikan waktu mereka berolahraga pagi di ruang lingkup terbatas, hingga berjemur. Kemudian pemberian suplemen berupa madu murni, telur rebus maupun vitamin. “Ventilasi kamar juga kami pastikan dalam keadaan baik. Kamar isolasi sengaja diarahkan dibuka pagi hingga siang dan saat cuaca sudah kurang nyaman baru ditutup dan dinyalakan pendingin ruangan dengan suhu secukupnya,” jelasnya. Juga tak kalah penting menjaga kebersihan kamar maupun lingkungan rumah sakit. Sebab semua saling mendukung dalam upaya percepatan kesembuhan pasien. Adapun kesembuhan rata-rata antara 10-14 hari, namun ada pula yang lebih cepat yakni di bawah 10 hari. Seperti diberitakan Antara.

160 Pasien Covid-19 Secapa AD Terima Uji Klinis

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Nefra Firdaus mengatakan sejumlah 160 pasien Covid-19 kluster Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa AD) telah menerima uji klinis kombinasi obat dari tim kerjasama antara Universitas Airlangga, Badan Intelijen Negara (BIN), dan TNI AD. “Dalam hal Riset Pengembangan Kombinasi Obat untuk Anti Covid-19 antara Universitas Airlangga, BIN, TNI AD, sampai dengan tadi malam, Rabu, 15 Juli sudah ada 160 pasien positif Covid-19 di Secapa AD yang menerima uji klinis beberapa kombinasi obat dan dosis sesuai dengan protokol Pedoman Pelaksanaan Uji Klinis dari BPOM,” kata Nefra dalam keterangannya, Kamis (16/7).

Hingga pagi ini, Nefra menyebut dari hasil Lab PCR dari swab ke-2 pasien di Secapa AD ditemukan 78 pasien lagi yang dinyatakan negatif Covid-19. “Jadi dari total 1.307 (1.280 + 27) pasien positif Covid-19 di Secapa AD pada pagi ini sudah berkurang 359 orang menjadi tinggal 948 orang,” paparnya. Sementara itu 460 pasien positif Covid-19 dari Secapa AD & Pusdik Pom yang sudah terkonfirmasi negatif (359 dari Secapa + 101 dari Pusdik Pom), kata Nefra sudah mulai menjalani pemeriksaan awal program donor plasma darah untuk terapi plasma convalescent. Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan, metode plasma convalescent merupakan terapi yang menggunakan bagian plasma darah penyintas Covid-19 yang telah sembuh. Plasma darah tersebut ditransfusikan ke tubuh pasien positif Covid-19. Golongan darah antara pendonor dan pasien yang akan menerima donor plasma tersebut harus sama. Saat seseorang terinfeksi virus corona, sistem imun tubuhnya akan mulai memproduksi antibodi, khususnya sel pelindung yang mengenali dan melawan virus corona. Ketika pasien dinyatakan sembuh, antibodi ini akan tersimpan dengan sendirinya dalam darah.

Pasien Positif di Secapa Tinggal 948

“Hasil lab PCR dari swab ke-2 pasien di Secapa AD sampai dengan pagi ini ada 78 pasien lagi yang dinyatakan negatif,” kata Nefra. Total, menurut dia, sudah ada 359 siswa yang dinyatakan negatif. Sehingga, dari total 1.307 mahasiswa yang sempat dinyatakan positif, kini berjumlah 948 orang. “Pasien positif Covid-19 di Secapa AD pada pagi ini sudah berkurang 359 orang menjadi tinggal 948 orang,” pungkasnya.

(Source: merdeka.com)

Leave a Reply