Tips Cari Kerja Saat Pandemi

Tips Cari Kerja Saat Pandemi

Tips Cari Kerja Saat Pandemi; Pandemi Virus Corona jenis baru tidak hanya memiliki dampak signifikan pada ekonomi global tetapi juga proses pencarian pekerjaan Anda. Hal ini telah menyebabkan volatilitas pasar saham dan berdampak pada berbagai industri, demikian dikutip dari laman Monster.com, dan liputan6.com hari ini 15 Juli 2020. Jika Anda memiliki pekerjaan saat ini, kemungkinan besar Anda melakukannya dari rumah. Beberapa bisnis kecil terpaksa ditutup sementara, sedangkan bisnis besar dipengaruhi oleh kehilangan bisnis dan rantai pasokan yang terganggu. Ada prediksi bahwa tingkat pengangguran di AS bisa mencapai 20 persen, menurut laporan NBC News. Beberapa perusahaan telah menanggapi krisis kesehatan dengan PHK, cuti, memotong jam dan upah lembur, dan menerapkan pembekuan perekrutan.

Perusahaan lain secara aktif merekrut dan memposting pekerjaan baru setiap hari. Saat ini, ada banyak ketidakpastian tentang apa dampak nasional dan global terhadap perekrutan, tetapi ada beberapa cara Anda bisa tetap positif dan proaktif dalam mencari pekerjaan selama masa sulit ini.

Berikut cara agar mendapatkan pekerjaan selama pandemi Virus Corona COVID-19 yang dirangkum oleh Support Priority Indonesia (Perusahaan Sepatu Kulit Militer POLRI Safety):

-Libatkan Jaringan Anda

Orang-orang mengerti bahwa ini adalah masa yang sulit dan mereka ingin membantu semampu mereka. Biarkan teman dan keluarga Anda tahu bahwa Anda sedang mencari pekerjaan dan beri tahu mereka tentang jenis pekerjaan yang Anda cari dan perusahaan target Anda sehingga mereka akan mencari lowongan. Mereka akan memberi tahu Anda jika mereka mendengar sesuatu. Tanyakan kepada mereka apakah mereka bersedia melakukan percakapan email kepada orang-orang yang bekerja di perusahaan atau, bahkan lebih baik, manajer perekrutan. Jangan ragu untuk menghubungi mantan kolega dan bos jika Anda melihat lowongan di perusahaan mereka. Mereka lebih cenderung mempekerjakan Anda daripada pesaing karena mereka tahu keterampilan dan etos kerja Anda. Bahkan jika mereka tidak merekrut, mereka dapat menjadi referensi untuk aplikasi Anda yang lain. Karena mereka berada di industri, mereka mungkin mendengar pekerjaan lain melalui jaringan mereka sendiri dan mereka dapat merekomendasikan Anda.

-Latihan Wawancara Pekerjaan via Telepon dan Video

Sekarang banyak orang yang bekerja jarak jauh, wawancara kerja dilakukan melalui telepon dan video, bukan secara langsung. Akan lebih sulit untuk melakukan wawancara telepon karena lebih sulit untuk menafsirkan reaksi seseorang dan memiliki percakapan yang mengalir secara alami. Mungkin sulit untuk melakukan wawancara video karena merasa canggung berada di kamera. Anda akan menonjol jika Anda mengetahui seluk beluk wawancara telepon dan video.

-Pamerkan Keterampilan Anda

Ada begitu banyak kompetisi untuk pekerjaan, jadi penting untuk meningkatkan kemampuan Anda saat ini. Pertama, memprioritaskan pekerjaan yang telah diposting paling baru karena itu pertanda bahwa perusahaan memiliki peran saat ini yang perlu diisi. Selanjutnya jawab segala pertanyaan berdasarkan pengalaman kerja Anda terdahulu yang Anda anggap berhasil dilakukan.

-Fokus pada Surat Lamaran

Luangkan lebih banyak waktu untuk setiap surat lamaran dan lanjutkan agar lamaran pekerjaan terlihat profesional. Saat Anda melamar pekerjaan secara online, aplikasi Anda sering kali masuk ke Applicant Tracking System (ATS), perangkat lunak yang meninjau resume Anda untuk menentukan seberapa baik Anda memenuhi persyaratan posting pekerjaan. Hampir 75 persen dari resume yang melalui ATS dihilangkan karena mereka tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh manajer perekrutan, seperti keterampilan yang tepat, tingkat pendidikan atau jabatan.

tips cari kerja saat pandemi

Tetap Update

Dengan begitu banyak ketidakpastian di dunia saat ini, bisa jadi sangat sulit untuk mencoba melakukan pencarian kerja. Anda harus selalu membuka internet mencari peluang. Meski terkadang sulit dan tidak tersedia, Anda tidak menyerah. Pantau terus situs perusahaan atau situs tempat bekerja yang Anda inginkan

Cari Kerja Saat Pandemi, Perkuat “Online Network”

Pada kondisi wabah virus corona (Covid-19), jutaan pekerja banyak yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) serta dirumahkan. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) per 27 Mei 2020, pekerja sektor formal yang dirumahkan sebanyak 1.058.284 orang dan pekerja sektor formal yang ter-PHK 380.221 orang. Sedangkan pekerja sektor informal yang terdampak 318.959 pekerja. Peluang untuk mencari kerja di saat pandemi ini menurut Psikolog sekaligus Head of Center for Human Capital Development PPM Manajemen Maharsi Anindyajati, memang sulit.

Jumlah pencari kerja jauh melampaui jumlah ketersediaan lapangan pekerjaan. Untuk itu, para pencari kerja harus mengubah pola pikir dalam mencari peluang kerja “Para pencari kerja harus melihat bahwa cara dalam merekrut karyawan di beberapa perusahaan pasti akan berubah, minimal menggeser ke online method. Dengan demikian, pencari kerja harus memperkuat online network-nya,” katanya ketika dihubungi Kompas.com, Jakarta, Rabu (3/6/2020). Maharsi juga menyarankan, pencari kerja dapat juga memperkuat personal brandingnya pada sosial media.

“Misalnya, pekerja dapat membuat artikel sederhana terkait area keilmuannya atau terkait hal-hal yang memang menjadi minatnya,” ujarnya. Di masa pandemi ini, lanjut Maharsi, banyak lembaga pendidikan non formal yang menawarkan webinar gratis atau diskon biaya investasi pelatihan. Dari situ pekerja dapat memanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan terkait bidang pekerjaan yang diminati.

“Selain juga bisa menambah deretan pendidikan non formal yang diikuti pada CV (curriculum vitae) pencari kerja,” ujarnya. Lalu, bagaimanakah dengan pekerja yang tergolong gagap teknologi atau blue collar worker? Maharsi akui, kemampuan adaptasi yang selama pandemi ini memaksa semua orang, semua usia, semua level bertransformasi ke arah digital atau penggunaan teknologi.

tips cari kerja saat pandemi

“Ini yang saya bilang di awal mengubah mindset, termasuk digital mindset yang harus dikembangkan di new normal ini. Salah satunya penggunaan perangkat digital, jika memang rekrutmen lebih mudah dan murah secara online, mengapa tidak dipertahankan ke depannya?” katanya. Dengan demikian, para pencari kerja juga harus beradaptasi dengan proses yang serba teknologi. “Dulu ojek juga enggak bisa pakai aplikasi, lama-lama mereka bisa. Blue collar worker hanya belum terbiasa, tapi jika kepepet akan bisa. Seleksi alam jadinya,” ujarnya.

Lulus Kuliah di Tengah Virus Corona, Lakukan 6 Hal Ini Saat Cari Kerja

Selamat bagi kamu yang bakal lulus kuliah pada tahun 2020 ini. Akan tetapi, perlu diingat bahwa saat di mana kamu lulus kuliah bukanlah periode yang normal dan mudah. Sebab, pagebluk virus corona tidak hanya berdampak pada kesehatan, namun juga ekonomi dan kelangsungan perusahaan. Oleh karena itu, bisa dibilang saat kamu lulus kuliah, kamu akan menghadapi saat yang menantang. Namun, kamu tak perlu panik atau khawatir saat mencari kerja. Ada beberapa hal yang sebaiknya kamu lakukan. Dilansir dari Popsugar, Sabtu (18/4/2020), berikut ini 6 hal yang sebaiknya kamu lakukan saat mencari kerja di tengah pagebluk virus corona.

-Memanfaatkan sumber daya kampus

Karena kemungkinan besar pameran lowongan kerja tidak diadakan akibat pembatasan sosial, pertimbangkan untuk memanfaatkan pusat karier alias career center yang ada di universitasmu. Kamu bisa memperoleh informasi mengenai rekrutmen perusahaan atau bahkan tips-tips menulis CV, surat lamaran, dan materi lainnya terkait melamar pekerjaan. Kalau ada perkumpulan alumni, maka kamu juga bisa bergabung dalam grupnya di media sosial untuk memperoleh info terkini soal pekerjaan.

-Andalkan teknologi

Di saat seperti ini, andalkan teknologi dan internet untuk mencari dan melamar pekerjaan. Kamu bisa memanfaatkan LinkedIn dan sejumlah situs lowongan kerja, misalnya Glassdoor atau Jobstreet. Oleh karena itu, jangan malas mencari-cari informasi lowongan kerja terbaru di internet, ya.

Percantik profil LinkedIn

Di masa pagebluk virus corona seperti saat ini, LinkedIn menjadi sarana yang sangat penting bagi kamu untuk mencari dan melamar kerja. Oleh sebab itu, pastikan profil kamu ciamik sehingga menarik perhatian perusahaan. Unggah foto terbaru dan bernuansa profesional untuk dijadikan sebagai foto profil. Selain itu, perbarui pengalaman kerja yang telah kamu miliki dan tetaplah aktif di LinkedIn agar tak ketinggalan informasi terkini soal lowongan kerja.

-Latihan wawancara lewat video

Di tengah virus corona, rasanya tak mungkin wawancara kerja dilakukan dengan tatap muka. Oleh karena itu, kamu harus mempersiapkan diri jika harus wawancara kerja lewat telepon atau aplikasi telekonferensi seperti Skype, Zoom, atau Google Duo. Meskipun wawancara dilakukan secara virtual, pastikan mau tetap berbusana rapi dan profesional. Jangan lupa melakukan riset tentang perusahaan dan berlatih menjawab pertanyaan yang diajukan.

-Bersabar

Mencari pekerjaan merupakan hal yang melelahkan dan menguras emosi bagi para fresh graduate. Namun, sadari juga proses perekrutan sama melelahkannya bagi perusahaan, apalagi di tengah virus corona seperti sekarang. Bisa saja kondisi perusahaan menjadi tak sebaik sebelumnya karena terdampak virus coron. Akibatnya, bisa saja proses lamaran tidak semulus yang kamu bayangkan, misal ada penundaan atau malah pembatalan. Dalam kondisi ini, cobalah untuk berempati, profesional, dan bersabar.

-Ingatlah kondisi ini hanya sementara

Setiap kali kamu merasa stres atau lelah lahir dan batin akibat susahnya mencari kerja dalam kondisi ini, yakinlah kamu tidak sendirian. Ingatlah bahwa kondisi ini hanya bersifat sementara. Kontaklah teman-temanmu atau orang tua untuk sekedar ngobrol dan menanyakan kondisi mereka. Yang bisa kamu lakukan saat ini adalah berusaha sebaik mungkin untuk benar-benar fokus menjaga kesehatan diri dan orang-orang terdekatmu. Gunakan hari, minggu, atau bulan-bulan ke depan sebagai kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarmu.

(Source: liputan6.com, kompas.com).

Leave a Reply