Uji Vaksin Covid19

Uji Vaksin Covid19

Uji Vaksin Covid19; Sudah dua kandidat vaksin virus Corona (COVID-19) yang terbukti aman untuk manusia dan mampu memproduksi reaksi imun yang kuat. Satu vaksin merupakan buatan Universitas Oxford di Inggris dan satu vaksin lainnya yang dikembangkan para peneliti China di Jiangsu. Seperti dilansir AFP, Selasa (21/7/2020), vaksin Corona yang dikembangkan di Jiangsu, China, telah menjalani uji coba terhadap 508 relawan. Dalam uji coba yang dipimpin oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Provinsi Jiangsu ini, sebagian besar relawan mampu mengembangkan respons imun antibodi yang luas. Sebelumnya dilaporkan bahwa vaksin Corona yang dikembangkan Universitas Oxford, bersama raksasa farmasi AstraZeneca, mampu menginduksi ‘respons imun antibodi dan sel T yang kuat’ terhadap virus Corona. Hasil ini didapat dalam uji coba klinis fase 2 terhadap lebih dari 1.000 relawan berusia 18-55 tahun di Inggris. Seperti yang dirangkum Support priority Indonesia (Perusahaan Sepatu Kulit Militer POLRI Safety Tunggang) dibawah ini;

Hasil uji coba terhadap vaksin bernama AZD1222 buatan Oxford, yang dipublikasikan dalam jurnal medis The Lancet itu, semakin menunjukkan langkah besar menuju terciptanya vaksin Corona yang efektif dan aman untuk digunakan secara luas. Uji coba klinis secara terpisah terhadap vaksin Corona yang dikembangkan di Jiangsu, seperti dilaporkan China Global Television Network (CGTN), menunjukkan hasil ‘lebih baik’ dalam fase 2 untuk keselamatan dan kemampuan memicu respons imun. Uji coba dilakukan terhadap kandidat vaksin Corona bernama Ad5-nCoV, yang dikembangkan CanSino Biologics Unc dan unit penelitian militer China. Sekitar 508 relawan dilibatkan dalam uji coba ini. Disebutkan bahwa uji coba di Jiangsu ini menggunakan virus flu manusia yang diperlemah dan dimodifikasi untuk mengirimkan materi genetik yang mengajarkan sel-sel untuk mengenali virus Corona. Dua kelompok relawan diberi dosis tinggi dan dosis rendah dari vaksin tersebut. Lebih dari 90 persen relawan pada kedua kelompok, menunjukkan respons imun antibodi atau sel T sekitar 14-28 hari usai diberi vaksin.

Efek samping pada kedua uji coba tergolong moderat, namun para peneliti China menyatakan masih diperlukan uji coba untuk keselamatan vaksin pada relawan berusia lanjut. “Orang-orang berusia lanjut… merupakan target populasi penting untuk vaksin COVID-19. Ada kemungkinan bahwa dosis tambahan mungkin diperlukan untuk mendorong respons imun lebih kuat pada populasi lanjut usia,” kata Wei Chen dari Institut Bioteknologi Beijing. Disebutkan juga oleh The Lancet bahwa diperlukan uji coba lanjutan fase 3 untuk mengonfirmasi apakah kandidat vaksin ini efektif melindungi infeksi SARS-CoV-2, nama teknis virus Corona. Pihak CanSino Biologics Inc menyatakan bahwa uji coba klinis fase 3 dalam skala besar sulit dilakukan di China karena sebagian besar kasus Corona telah teratasi. Oleh karena itu, CanSino Biologics Inc menyatakan pihaknya tengah berunding dengan negara lain, seperti Rusia, Brasil, Chile dan Arab Saudi untuk uji coba fase 3.

Uji coba klinis terhadap dua vaksin tersebut mendapati bahwa efek samping tergolong langka. Namun, profesor molekular virologi pada Universitas Nottingham, Jonathan Ball, memperingatkan bahwa meskipun hasil uji coba kedua kandidat vaksin Corona itu cukup positif, masih ada ‘jalan panjang’ untuk ditempuh. “Tidak jelas apakah level imunitas itu bisa melindungi dari penularan — itulah yang akan diperiksa dalam uji coba fase 3 lebih besar yang tengah berlangsung,” ucap Ball. “Kita juga tidak tahu apakah vaksin ini bisa melindungi mereka yang paling rentan terhadap penyakit COVID-19 yang parah,” imbuhnya. Vaksin buatan Oxford dan buatan CanSino itu merupakan dua dari lebih dari 21 kandidat vaksin yang tengah dikembangkan dan diuji coba di berbagai negara. Di China sendiri, ada beberapa vaksin Corona berbeda yang tengah dikembangkan.

Brasil Mulai Uji Coba Vaksin Corona Buatan China, Libatkan 900 Relawan

Brasil memulai uji coba klinis lanjutan untuk vaksin virus Corona (COVID-19) buatan China pada Selasa (21/7) waktu setempat. Dosis pertama vaksin ini akan diberikan terhadap sekitar 900 relawan. Seperti dilansir AFP, Selasa (21/7/2020), vaksin Corona yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi swasta China, Sinovac, merupakan vaksin ketiga di dunia yang memasuki uji coba fase 3, atau pengujian skala besar terhadap manusia, yang merupakan langkah terakhir sebelum mendapat persetujuan pemerintah. Vaksin Corona buatan Sinovac akan disuntikkan terhadap para dokter dan tenaga medis yang menjadi relawan dalam uji coba klinis yang digelar di sedikitnya enam wilayah di Brasil. “Uji coba CoronaVac, salah satu vaksin paling terdepan dalam pengujian di dunia, akan dimulai di Rumah Sakit Klinis Sao Paulo,” tutur Gubernur Sao Paulo, Joao Doria, dalam konferensi pers.

Ditambahkan Doria bahwa hasil awal diperkirakan akan diketahui dalam waktu 90 hari ke depan. Sinovac bermitra dengan Institut Butantan, sebuah pusat penelitian kesehatan publik Brasil, dalam uji coba ini. Jika vaksinnya terbukti aman dan efektif, Institut Butantan akan memiliki hak untuk memproduksi 120 juta dosis di bawah kesepakatan tersebut. “Di Brasil, kita bisa mendapatkan vaksin pertama untuk digunakan secara luas, yang sangat, sangat menjanjikan,” cetus Kepala Institut Butantan, Dimas Covas. Saat ini, Brasil tercatat sebagai negara kedua dengan total kasus dan total kematian akibat Corona terbanyak di dunia, setelah Amerika Serikat (AS). Hingga Senin (20/7) waktu setempat, lebih dari 2,1 juta kasus Corona terkonfirmasi di Brasil, dengan kematian melebihi 80 ribu orang

Besarnya jumlah kasus Corona di Brasil menjadikan negara ini sebagai tempat pengujian vaksin paling potensial, merujuk pada penyebaran virus Corona yang masih terjadi sangat cepat. Selain vaksin buatan China, Brasil juga akan terlibat dalam uji coba klinis fase 3 untuk vaksin eksperimental Corona yang dikembangkan Universitas Oxford asal Inggris dan perusahaan farmasi AstraZeneca. Vaksin lainnya yang dikembangkan perusahaan nasional China, Sinopharm, juga telah memasuki uji coba klinis fase 3 pada bulan ini di Uni Emirat Arab. Sejauh ini, ada tiga vaksin — vaksin buatan Sinopac, vaksin buatan Oxford dan AstraZeneca dan vaksin buatan Sinopharm — yang tercatat sebagai vaksin paling terdepan dalam pengujian dari puluhan pengembangan vaksin Corona yang tengah berlangsung di berbagai negara.

(Source: news.detik.com)

Leave a Reply