Update Covid19 Jatim

Update Covid19 Jatim

Update Covid19 Jatim; Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta semua pihak, mulai dari unsur masyarakat sampai pemerintah daerah, bergotong royong mengatasi penularan COVID-19. “Sinergitas dan gotong royong adalah sangat penting agar pandemi ini segera berlalu,” katanya ketika dimintai keterangan dari Surabaya, Sabtu (20/6) pagi. “Terutama dalam melaksanakan protokol kesehatan di lingkungan masyarakat,” kata Gubenur selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur.

Ia berharap berbagai upaya penanggulangan yang dijalankan pemerintah bisa terus menurunkan kasus penularan COVID-19 dan pandemi segera berlalu. Hingga Jumat (19/6) malam, jumlah pasien COVID-19 di Jawa Timur 9.046 orang dengan perincian 2.664 sudah sembuh, 710 orang meninggal dunia, dan sisanya masih menjalani perawatan atau karantina. Pasien COVID-19 paling banyak berada di Kota Surabaya (4.467 orang) disusul Sidoarjo (1.129 orang), Gresik (423 orang), Kabupaten Pasuruan (246 orang), dan Tulungagung (221 orang).

Selain itu pasien COVID-19 ada di Lamongan (214 orang), Jombang (192 orang), Kabupaten Kediri (187 orang), Kabupaten Malang (164 orang), Bangkalan (141 orang), Kota Malang (128 orang), Kabupaten Probolinggo (124 orang), serta Kabupaten Mojokerto (116 orang). Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan dan orang dalam pemantauan terkait penularan virus corona berturut-turut sebanyak 8.969 orang dan 27.496 orang di Jawa Timur.

Update Covid19 Jatim

Kapolri Sebut Disiplin Protokol Kesehatan Kunci Keberhasilan Mengendalikan Pandemi

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Kapolri, Jenderal Idham Azis, melakukan kunjungan ke Provinsi Jawa Timur. Keduanya juga sempat memimpin rapat terkait penanganan virus Corona atau Covid-19 di Jawa Timur. Mereka mendengarkan penjelasan dari Gugus tugas daerah, bertempat di Ruang rapat Perwira Lanudal Juanda Surabaya. Sekaligus pemaparan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang menjelaskan kondisi terkini. Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan TNI bersama Polri mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk membantu Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah mendisiplinkan masyarakat, agar mematuhi protokol kesehatan di fasilitas-fasilitas publik selama masa transisi.

“Marilah semua pihak untuk bekerja sama mengajak masyarakat selalu menjalankan disiplin protokol kesehatan. Harus diingat bahwa kedisiplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan menjadi kunci keberhasilan mengendalikan pandemi,” jelas Idham di lokasi, Jumat (19/6). Dalam kesempatan yang sama, Panglima TNI menyampaikan Jawa Timur khususnya Surabaya harus serius dalam menangani pandemi Covid-19. Masih sangat perlu adanya sosialisasi yang masif terhadap masyarakat terkait disiplin protokol kesehatan. “Jangan sampai karena PSBB telah berakhir, masyarakat berpikir bahwa Covid-19 telah selesai. Ini yang harus selalu diingatkan kepada masyarakat agar selalu menjalankan disiplin protokol kesehatan dalam masa transisi menuju normal baru,” imbau Hadi.

PSBB Surabaya sendiri telah berakhir tanggal 18 Juni 2020. Jawa Timur mencatat yang mencatat angka penambahan kasus positif tertinggi di Indonesia harus dijadikan dasar dan pertimbangan oleh Forkopimda Jawa Timur untuk mengawal serius masa transisi ini. “Jaga jarak aman, gunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, jangan menyentuh mata, hidung, dan muka sebelum mencuci tangan. Gencarkan sosialisasi protokol kesehatan menggunakan kearifan lokal khas Jawatimuran, agar pesan dapat sampai kepada masyarakat,” kata Hadi. Hadi turut mengucapkan terima kasih kepada Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Timur yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Tentunya dengan dukungan semua pihak. “Karena dengan upaya bersama yang tidak mengenal lelah, kita akan mampu mengendalikan pandemi, dengan semangat berkorban sebagaimana telah dicontohkan oleh para pendahulu kita, arek-arek Suroboyo,” ujar Hadi.

Jatim 11 Hari Beruntun Puncaki Daftar Kasus Positif Covid-19

Laju penambahan kasus Covid-19 di Provinsi Jawa Timur (Jatim) terus terjadi. Pada Kamis (18/6), dari 1.331 kasus positif Covid-19, Jatim menyumbang angka terbanyak dengan 384 orang. Jatim mengalahkan DKI Jakarta yang kasus positifnya bertambah 173 orang. Jatim menempati posisi puncak sebagai provinsi penyumbang kasus Covid-19 terbanyak sepanjang 11 hari terakhir. Terakhir kalinya Jatim tidak memuncaki daftar penyumbang Covid-19 terbanyak pada 7 Juni lalu. Kala itu Jatim menduduki urutan kedua laporan positif Covid-19 sebanyak 113 orang, sementara DKI Jakarta menempati urutan pertama dengan kasus 163 orang. Sehari setelah itu atau 8 Juni hingga 18 Juni 2020, Jatim selalu berada di pucuk klasemen penyumbang kasus positif Covid-19.

Update Covid19 Jatim

Jika awalnya kasus teratas selalu ditempati DKI Jakarta, belakangan ini laju penambahan positif Covid-19 di Jatim terus meningkat. Pada Rabu (17/6), laporan positif di Jatim bertambah 225 orang, yang pada saat bersamaan DKI Jakarta menambah angka positif 127 orang. Pada Selasa (16/6), kasus positif di Jatim bertambah 245 orang dan DKI Jakarta 101 orang. Kini, total pasien di Jatim tercatat 8.917 orang, dengan tingkat kesembuhan 2.459 orang, dan meninggal 664 orang. Sementara itu, di Ibu Kota, keseluruhan pasien sebanyak 9.516 orang, yang sudah dinyatakan sehat 4.573 orang, dan kasus meninggal 578 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, berdasarkan laporan data konfirmasi kasus positif Covid-19 pada Kamis hingga pukul 12.00, terdapat penambahan 1.331 orang sehingga total di Indonesia terdapat 42.762 orang terkonfirmasi terinfeksi virus corona. Sementara itu, jumlah pasien sembuh bertambah 555 orang sehingga jumlahnya menjadi 16.798 orang dan kematian bertambah 63 orang sehingga totalnya mencapai 2.339 orang.

Semangat New Normal, Penjual Mi Ayam dan Rujak di Sidoarjo Pakai Face Shield

Penerapan protokol kesehatan saat new normal new spirit tak hanya dilakukan restoran atau kafe-kafe. Beberapa pedagang kaki lima dan keliling menggunakan alat pelindung diri berupa face shield. Mereka siap menghadapi new normal new spirit. Salah satunya adalah mie ayam keliling di Sidoarjo ini. Sambil menjajakan makanannya, Supar (43) asal Madiun ini memakai face shield. Selain itu dirinya juga menyediakan hand sanitizer bagi pembeli. Dia juga selalu mengingatkan pembeli mie ayam untuk jaga jarak. Tak hanya itu, untuk mengurangi penyebaran COVID-19, dirinya rela mengantarkan mie ayam ke lokasi pemesan, agar para pembeli tidak antre. Berikut yang telah dirangkum oleh Tim Support Priority Indonesia (Perusahaan Sepatu Kulit Militer POLRI Safety Tunggang Big Size) di bawah ini;

“Berjualan memakai face shield ini, sejak ada penyebaran virus Corona,” kata Supar saat ditemui detikcom di Jalan A Yani Sidoarjo, Sabtu (20/6/2020). Dia mengaku mengenakan face shield untuk menjaga kesehatan. Selain itu juga untuk meyakinkan kepada para pembeli bahwa dirinya berjualan mie ayam keliling ini memakai protokol kesehatan. “Untuk meyakinkan para pembeli mie ayam ini, meskipun hanya pedagang keliling tapi tetap saling menjaga kesehatannya masing-masing,” tambah Supar. Lengkapnya peralatan antisipasi COVID-19 ini disambut baik pelanggan mie ayam. Andik (39) warga Sidoarjo mengaku, merasa aman karena penjualnya memakai face shield. Dengan memakai face shield itu artinya penjual mie itu selalu menjaga kesehatan baik dari penjual dan pembeli. “Ya baguslah, dia mengetahui cara antisipasi penularan virus Corona,” kata Andik.

Update Covid19 Jatim

Sementara itu Fatimah (57) penjual rujak uleg yang mangkal di depan Samsat Jalan Cemengkalang, Sidoarjo. Dia mengaku, memakai face shield baru setelah ada penyebaran COVID-19. Sebab dia mengaku jika memakai masker agak ribet untuk berkomunikasi. “Kalau menanyakan pesanan ke pembelian kurang jelas suaranya. Memakai face shield ini untuk menjaga kesehatan masing-masing baik itu dari saya pribadi maupun pembeli,” kata Fatimah. Fatimah mengaku meski saat ini banyak pedagang yang tak memakai face shield, namun dirinya tetap memakainya. Apalagi Pemkab Sidoarjo memerintahkan para pedagang memakai face shield. Selain itu juga untuk meyakinkan para pembeli bahwa dirinya sudah menggunakan protokol kesehatan. “Memakai face shield ini sampai pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Menyatakan sudah normal kembali. Memakai ini sebenarnya juga ribet, karena ketentuan ya dipakai aja,” tandas Fatimah.

(Source: merdeka.com, news.detik.com, republika.co.id)

Leave a Reply