Harga Vaksin Covid19

Harga Vaksin Covid19

Harga Vaksin Covid19; simpang siur soal harga vaksin di dalam negeri akhirnya terjawab sudah. Presiden Joko Widodo kemarin mengumumkan vaksin Covid-19 gratis untuk seluruh masyarakat Indonesia. Vaksinasi ini akan dimulai Januari mendatang. Di Istana Jakarta kemarin Jokowi menjelaskan vaksinasi nantinya diprioritaskan kepada para dokter dan perawat. Kemudian para TNI dan Polri hingga guru.”Kita berikan prioritas para dokter dan perawat semuanya, kemudian juga TNI dan Polri beliau-beliau menjaga kedaulatan negara TNI, Polri menjaga ketertiban, setelah itu ke guru,” ungkap Jokowi.

“Setelah itu semuanya mendapatkan vaksinasi gratis, jangan ada yang bilang bayar, gratis.”

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KP-PEN) Airlangga Hartarto memperkirakan akan ada 160 juta warga Indonesia yang akan disuntik vaksin Covid-19, dengan kebutuhan vaksin sebanyak 320 hingga 370 juta.

Sebelumnya berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor H.K.01.07/Menkes/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease (Covid-19) disebutkan bahwa Indonesia menetapkan enam jenis vaksin untuk proses vaksinasi di Tanah Air. Vaksin tersebut antara lain, PT Bio Farma (Persero), Astra Zeneca, China National Pharmaceitical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer and BioNTech, dan Sinovac Biotech Ltd. Pemerintah sudah memesan 3 juta dosis vaksin Sinovac. Tahap pertama yang sudah datang pada 6 Desember lalu sebanyak 1,2 juta dosis vaksin.

Perkembangan Vaksin di Dunia

Di sejumlah negara lain vaksinasi sudah dimulai bulan ini, seperti di Inggris dan Amerika Serikat. Hampir setahun setelah pandemi virus corona melanda dunia vaksin dengan tingkat efektivitas mendekat 100 persen baru ditemukan. Pengembangan vaksin memang perlu waktu bertahun-tahun, kurang dari setahun terhitung merupakan waktu yang lumayan cepat.

Vaksin Pfizer adalah vaksin pertama yang diumumkan memiliki efektivitas 95 persen dalam mencegah virus corona, menyusul kemudian vaksin Moderna, dan vaksin yang dikembangkan Rusia, Sputnik V. Sementara vaksin yang dikembangkan Oxford-AstraZeneca memiliki efektivitas lebih dari 90 persen. Inggris, adalah salah satu negara yang pertama kali melakukan vaksinasi terhadap warganya menggunakan vaksin Pfizer/BioNTech. Seperti apa profil vaksin-vaksin yang sudah ada dan berapa harganya?

1. Vaksin Moderna

Vaksin Moderna yang dikembangkan perusahaan bioteknologi AS ini merupakan salah satu kandidat vaksin terdepan. Moderna merupakan perusahaan swasta yang secara jelas menyatakan tujuannya untuk mencari untung. Pada Agustus lalu, Moderna menawarkan harga USD 37 atau sekitar Rp 523 ribu per dosis. Vaksin Moderna harus diberikan dua kali suntikan dengan jarak empat pekan atau sebulan. Pasar AS menjadi target pertamanya. Vaksin ini dikembangkan dengan bantuan dana federal Institut Kesehatan Nasional (NIH) dan Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS.

Perusahaan ini mendapatkan kucuran dana USD 2,48 miliar dari pemerintah AS. Sampai akhir tahun, perusahaan menargetkan produksi 20 juta dosis untuk penggunaan di AS. Bagi negara lain yang mau memesan vaksin ini berarti harus menunggu lama. Namun untuk mempermudah akses bagi negara miskin mendapatkan vaksinnya, Moderna mengatakan tak akan melakukan paten selama pandemi. Dengan demikian vaksin memungkinkan diproduksi di China sehingga harganya tak terlalu mahal. AS melalui Operation Warp Speed telah membeli gelombang pertama vaksin. Uni Eropa sepakat membeli 160 juta dosis. Sementara Inggris telah memesan 5 juta dosis.

2. Pfizer/BioNTech

Pfizer dan BioNTech dilaporkan memasang harga USD 20 atau Rp 282 ribu per dosis vaksin. Lebih murah dari Moderna. Vaksin ini juga terdiri dari dua suntikan berjarak 21 hari. Vaksin Pfizer/BioMTech harus disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu -70 sampai -80 derajat Celcius. Karena itulah bagi negara yang membeli vaksin ini harus menyiapkan infrastruktur khusus untuk penyimpanan.

Di Inggris, orang pertama yang mendapatkan vaksin adalah lansia dan petugas medis. Selain Inggris, sejumlah negara juga telah memesan vaksin ini seperti Uni Eropa yang memesan 300 juta dosis, Jepang 120 juta dosis, AS 100 juta dosis. Sedangkan Kanada, Australia, dan Chile telah membeli 10 juta dosis. Margaret keenan orang pertama penerima vaksin covid 19 pfizer

3. Vaksin Oxford/AstraZeneca

Perusahaan farmasi raksasa Inggris, AstraZeneca mengembangkan vaksin Covid-19 dengan Universitas Oxford. Harga vaksin ini jauh lebih murah dari dua vaksin sebelumnya (Pfizer dan Moderna) yaitu 3 USD sampai 4 USD atau sekitar Rp 42 ribu sampai Rp 56 ribu per dosis. Sebagaimana vaksin lainnya, vaksin Oxford/AstraZeneca juga membutuhkan dua suntikan. AstraZeneca mengatakan dengan harga yang ditetapkan, pihaknya tak mencari untung, kemanapun vaksin dikirimkan.

Di India, vaksin ini akan disediakan utamanya untuk petugas kesehatan dan lansia pada sekitar Februari 2021, sedangkan untuk masyarakat umum tersedia pada April 2021. Sejumlah negara telah memesan vaksin ini. AS dan India memesan 500 juta dosis, Uni Eropa mencapai kesepakatan membeli 400 juta dosis, dan program Covax WHO memesan 300 juta dosis. Inggris, Jepang, Indonesia, Brasil, dan Amerika Latin telah memesan sedikitnya 100 juta dosis.

4. Johnson & Johnson

Menurut sebuah laporan, Johnson & Johnson memperkirakan semua data yang diperlukan untuk otorisasi suntikan tunggal vaksinnya tersedia pada Februari mendatang. Satu suntikan vaksin J&J dipatok sekitar USD 10 atau Rp 141 ribu. Vaksin ini hanya perlu satu suntikan atau satu dosis.

Sebelumnya perusahaan ini berjanji vaksinnya terjangkau bagi masyarakat. Johnson & Johnson mengumumkan akan menyumbangkan 500 juta dosis ke negara-negara miskin di seluruh dunia. Perusahaan ini bekerja sama dengan Yayasan Bill & Melinda Gates untuk mempermudah akses vaksin bagi masyarakat dunia. Namun perusahaan ini tak menyebutkan negara mana saja yang akan mendapatkan vaksin gratis. Uni Eropa telah memesan 200 juta dosis vaksin dan AS memesan 100 juta. Kanada sepakat membeli 38 juta dosisi dan Inggris memesan 30 juta dosis.

5. Sputnik V Rusia

Di Rusia, vaksin ini akan digratiskan bagi masyarakat. Namun menurut CEO Dana Investasi Langsung (RDIF) Rusia, Kirill Dmitriev, untuk negara lain harga vaksinnya akan lebih murah dari vaksin lainnya. DIF adalah lembaga yang mendanai pengembangan Sputnik V.

Vaksin Sputnik V mensyaratkan dua suntikan. Kementerian Kesehatan Rusia mendaftarkan harga maksimum vaksin Covid-19 Sputnik V 1,942 ruble atau USD 26 (Rp366.000) untuk dua dosis suntikan. RDIF telah sepakat menyiapkan pasokan vaksin untuk Kazakhstan, Brasil, dan Meksiko. Selain itu juga telah ditandatangani persetujuan kerjasama produksi vaksin dengan India untuk memproduksi 300 juta dosis.

6. Vaksin Covaxin India

India mengembangkan vaksin virus corona yang dinamai Covaxin. Vaksin ini dikembangkan Bharat Biotech MD. Menurut Dr Krishna Ella dari Bharat Biotech MD, harga Covaxin lebih murah dari harga air. Pernyataan tersebut menyiratkan Covaxin akan dipasok dengan harga di bawah 100 Rupee India atau sekitar Rp 19 ribu. Terkait berapa suntikan yang diperlukan, belum diketahui pasti.

7. Novavax

Novavax Inc di negara bagian Maryland, AS mengembangkan vaksin NVX-CoV2373. Vaksin ini telah diberi status “jalur cepat” dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau FDA dan diharapkan data dari uji coba dapat mendukung otorisasi dan persetujuan AS. Vaksin Novavax akan dipasok USD 16 atau sekitar Rp 226 ribu per dosis.

Kandidat vaksin ini kemungkinan akan mensyaratkan dua suntikan. Novavax membentuk kemitraan dengan Serum Institute of India untuk memproduksi sampai 2 miliar dosis vaksin potensial di India. Sementara itu, inisiatif yang didukung WHO bernama Covax serta CEPI dan grup aliansi vaksin global Gavi, bertujuan untuk membeli dan mendistribusikan 2 miliar dosis vaksin ini secara adil.

Negara-negara yang menggratiskan vaksin Covid-19

Selain Indonesia, sejumlah negara lain sudah lebih dulu mengumumkan akan menggratiskan vaksin Covid-19 bagi warganya. Berikut yang telah dirangkum oleh Tim Support Priority Indonesia (Perusahaan Sepatu Kulit Militer POLRI Safety Tunggang) dibawah ini:

1. Amerika Serikat

Presiden Terpilih AS Joe Biden telah berjanji bahwa jika terpilih sebagai presiden akan memastikan vaksinasi Covid-19 gratis untuk semua orang Amerika. Dia mengungkapkan rencana ini sebagai tanggapan tentang penanganan pandemi beberapa hari sebelum pemilihan presiden AS. “Vaksin yang aman dan efektif, harus gratis untuk semua orang, baik Anda diasuransikan atau tidak, ” kata Joe Biden pada Oktober.

2. Jepang

Jepang juga memastikan akan memberikan vaksin virus corona gratis kepada semua penduduknya. Bahkan ini tertuang dalam undang-undang yang disahkan. RUU tersebut, menyebutkan jika pemerintah akan menanggung semua biaya vaksin Covid-19 untuk 126 juta penduduk Jepang. Majelis tinggi parlemen pun telah menyetujui.

3. Prancis

Perdana Menteri Prancis Jean Castex mengatakan langkah vaksinasi di negaranya hanya tinggal menunggu waktu. Vaksinasi Covid-19 juga akan gratis untuk semua warga. Di mana, vaksinasi akan dilakukan dalam 3 tahap.

4. Norwegia

Norwegia akan memberikan vaksin melawan Covid-19 secara gratis kepada penduduknya jika sudah tersedia. Demikian mengutip pernyataan pemerintah negara itu pada Oktober. Bahkan dikatakan ini akan menjadi program vaksinasi nasional.

5. India

Pada 25 Oktober, Menteri India Pratap Sarangi mengatakan, negara akan memberikan vaksin Covid gratis. Pemerintahan Tamil Nadu, Madhya Pradesh, Assam dan Puduchchery juga mengumumkan vaksin Covid gratis untuk orang-orang di negara bagiannya. Sementara kepala menteri Delhi Arvind Kejriwal menuntut vaksin gratis bagi semua warga negara di seluruh negeri.

6. Finlandia

Rencananya Finlandia akan memulai vaksinasi Covid-19 gratis pada awal 2021. Kementerian kesehatan negara itu mengatakan, vaksin akan ditawarkan dengan prioritas: tenaga medis, pasien rumah sakit dan panti jompo, orang dari kelompok usia yang lebih tua. ‘Tujuan Finlandia adalah melindungi seluruh penduduk dengan vaksin berlisensi. Vaksin ditawarkan secara gratis kepada semua orang yang menginginkan,” mengutip pernyataan kementerian Kesehatan.

7. Pakistan

Pemerintah Pakistan telah mengumumkan akan memberikan vaksin gratis kepada publik. Sekretaris Parlemen bidang Kesehatan Nausheen Hamid, mengatakan pemerintah Tehreek-i-Insaf Pakistan telah menyetujui dana untuk pembelian vaksin. “Pemerintah akan memberikan vaksin virus corona gratis kepada masyarakat. Pemerintah akan mulai vaksinasi mulai kuartal II 2021,” cuit Hamid.

8. Australia

Australia menyampaikan pihaknya menjamin akses untuk calon vaksin virus corona dan berjanji memberikan dosis vaksin gratis bagi seluruh populasi yang berjumlah 25 juta. Vaksin sedang dikembangkan perusahaan farmasi AstraZeneca dan Universitas Oxford. Jika uji klinis berhasil, kesepakatan dengan AstraZeneca akan menjamin akses bagi setiap warga Australia untuk mendapatkan vaksin. Demikian disampaikan Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, dikutip dari BBC.

9. Maroko

Raja Maroko, Muhammad VI memerintahkan semua warganya harus mendapatkan vaksin virus corona secara gratis. Demikian diumumkan Istana Raja pada Selasa. Dikutip dari Reuters, Rabu (9/12), bulan lalu Perdana Menteri Saad Dine El Otmani mengatakan, pihaknya berencana menyediakan vaksin buatan Sinopharm, China dalam beberapa pekan ke depan, segera setelah uji coba fase tiga rampung. Negara ini juga memesan dosis vaksin dari AstraZeneca yang dikembangkan bersama Universitas Oxford. Penelitian baru menunjukkan vaksin Oxford-AstraZeneca masih 70% secara efektif mencegah virus corona.

10. Arab Saudi

Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengungkapkan bahwa mereka akan membuat vaksin COVID-19 tersedia secara gratis bagi warga negaranya dan ekspatriat yang ada di sana. Abdullah Asiri dari Kemenkes Arab Saudi berharap bahwa akhir tahun 2021, 70 persen masyarakat sudah tercakup vaksinasi COVID-19.

“Mereka yang belum dites positif COVID-19 akan diberikan prioritas dalam kampanye vaksin di beberapa bulan mendatang,” kata Asiri seperti dikutip dari Arab News. Namun, masyarakat yang berusia di bawah 16 tahun belum boleh mendapatkan vaksin COVID-19, kecuali hasil penelitian dan tes lanjutan membuktikan bahwa hal tersebut dibutuhkan.

(Source: Merdeka.com)

Leave a Reply