Kenaikan Harga Emas

Kenaikan Harga Emas

Kenaikan Harga Emas Rp 2.000 ke Posisi Rp 1,028 Juta per Gram; Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 2.000 pada perdagangan hari ini, Kamis (13/8) menjadi Rp 1.028.000 per gram dari perdagangan kemarin di Rp 1.026.000 per gram. Harga emas sempat turun tajam Rp 30.000 ke posisi Rp 1.026.000 kemarin setelah menunjukkan tren kenaikan dan memecah rekor tertinggi. Emas dijual mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram. Sementara itu, harga jual kembali emas Antam atau buyback juga naik Rp 5.000 menjadi Rp 911.000 per gram. Untuk transaksi jual kembali (buyback) silakan datang ke Butik Emas LM terdekat dengan jam layanan buyback Senin-Jumat (09.00-13.30), pembayaran dilakukan secara transfer pada H+0 s.d. H+3 (hari kerja). Harga dan ketersediaan emas Antam ini hanya berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Untuk harga dan ketersediaan emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda. Berikut yang dirangkum oleh Tim Support Priority Indonesia (Perusahaan Sepatu Kulit Militer POLRI Safety) dibawah ini;

Rincian Harga Emas:

Harga emas 0,5 gram Rp 544.000 (belum tersedia)

Harga emas 1 gram Rp 1.028.000 (tersedia)

Harga emas 5 gram Rp 4.920.000 (tersedia)

Harga emas 50 gram Rp 48.545.000 (belum tersedia)

Harga emas 100 gram Rp 97.012.000 (tersedia)

Harga emas 250 gram Rp 242.265.000 (tersedia)

Harga emas 500 gram Rp 484.320.000 (tersedia)

Harga emas 1.000 gram Rp 968.600.000 (tersedia)

Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen (untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non NPWP). Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Masyarakat Ramai Jual Emas Perhiasan Demi Raup Untung Berlipat Ganda

Naik tingginya harga emas jadi kesempatan masyarakat untuk meraup untung dari investasinya. Toko emas pun ramai dikunjungi oleh pelanggan yang hendak menjual emas ketimbang membeli perhiasan. “Harga emas perhiasan naik, jadi yang beli sedikit. Lebih banyak yang jual kalau sekarang,” kata Olin seorang pegawai toko emas perhiasan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (10/8). Penjualan emas perhiasan oleh masyarakat dipicu karena melambungnya harga jual emas. Tiap gram emas dibeli toko perhiasan sekitar Rp700 ribuan. Namun, mereka yang untung hanya pemilik emas perhiasan yang dibeli 4 hingga 5 tahun yang lalu. Sebab harga emas di tahun itu masih berkisar Rp450 ribuan. Tak mau ketinggalan, Olin pun menjual sebagian emas perhiasan miliknya untuk mendapatkan keuntungan.

“Saya juga kemarin menjual emas perhiasan sampai setengah kilo, belinya cicil tahun 2016 kemarin,” kata Olin. Dari penjualan emas tersebut, Olin mendapatkan keuntungan Rp200 ribu untuk tiap gramnya. Dia mengaku keuntungannya penjualan emas itu dibelikan sepeda motor. Tak hanya dia, Olin pun sempat kedatangan pelanggan yang memiliki emas di tahun 2000-an. Saat itu harga beli emas masih sekitar Rp175 ribu. Sehingga pelanggan tersebut mendapatkan keuntungan Rp600 ribu tiap gramnya. “Jadi ibu itu itu untung sampai Rp 600 ribu tiap gramnya,” kata dia.

Transaksi Toko

Olin menyebut rata-rata transaksi yang terjadi di tokonya mencapai Rp300 juta. Sebab tidak sedikit masyarakat yang menjual emas perhiasannya dalam jumlah besar. Tak hanya itu, toko tempatnya bekerja pun tidak hanya menerima penjualan emas perhiasan yang sudah lama. Beberapa pelanggannya juga menjual emas yang baru dibeli beberapa tahun belakangan. Meski tidak memperoleh keuntungan. Namun para penjual emas perhiasan baru ini hanya mengalami kerugian yang tidak terlalu banyak. “Kalau untung enggak, tapi ruginya enggak banyak,” kata Olin mengakhiri.

Pecahan Emas 0,1 Gram Dibanderol Rp100.000

PT Hartadinata Abadi Tbk menyikapi kenaikan harga emas dengan berinovasi menawarkan produk logam mulia pada pecahan terkecil 0,1 gram. Inovasi itu dilakukan guna menarik pembeli kecil untuk tetap bisa berinvestasi emas. CEO Hartadinata Abadi Sandra Sunanto mengatakan, produk emas dengan ukuran terkecil itu bisa dibeli sesuai dengan harga pasaran emas saat ini. Dengan adanya kenaikan hingga di atas Rp1 juta, itu berarti 0,1 gram emas Hartadinata bisa dibeli pada kisaran Rp100.000. “Wujud dari filosofi kami, kita buat gramasi pilihan dari 0,1 gram. Jadi hanya kami yg punya pecahan dari 0,1 gram, terkecil sekarang 0,5 gram. Kenapa 0,1? Karena harganya paling terjangkau,” kata Sandra dalam sesi teleconference, Jumat (7/8). Dalam acara peluncuran ini, Sandra memaparkan, pihaknya menyediakan pecahan emas 24 karat dengan kadar 99,9 persen mulai dari ukuran 0,1 gram, 0,25 gram, 0,5 gram sampai dengan 10 gram. Selain itu, Hartadinata memperkenalkan produk emasnya dalam beberapa bentuk kemasan. Seperti Luxury Edition, Independence Edition, hingga New Normal Edition. Hartadinata juga telah membuka sesi pre order khusus untuk produk emas berukuran 5 gram sebanyak 75 buah. Penjualan perdana tersebut dimulai pada Jumat hari ini pukul 16.00 WIB melalui laman Instagram @hartadinata.abadi. “Logam mulia Hartadinata juga dapat dijual kembali (buyback) di jaringan toko Hartadinata, toko partner Hartadinata, termasuk secara online,” ujar Sandra.

Perak Dikabarkan Bakal Menyusul Kenaikan Harga Emas

Tahun ini, harga emas telah melesat ke rekor tertinggi yang tidak terlihat sejak September 2011. Meski demikian, beberapa analis memperkirakan perak bisa mengalahkan emas di tengah ekonomi global yang goyah dan dolar Amerika Serikat (AS) yang melemah. Investor telah melarikan diri ke aset “safe haven” karena pandemi tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Terlebih lagi dengan adanya ledakan di Beirut diperkirakan akan menambah kilauan Emas di atas USD 2.020, kata sebuah catatan dari Mizuho Bank dilansir CNBC. Harga emas spot telah melonjak lebih dari 32 persen sepanjang tahun ini dan berada di harga terendahnya sejak 1979. Sementara itu, harga perak juga mengikuti, melonjak lebih dari 30 persen tahun ini.

Michael Hsueh, ahli strategi komoditas dan valuta asing di Deutsche Bank berharap perak mengungguli emas. Para analis menunjukkan bahwa ekonomi dunia akan bangkit kembali, dan itu akan meningkatkan konsumsi industri. Itu diatur untuk meningkatkan permintaan perak, yang memiliki banyak kegunaan industri. “Perak memiliki komponen industri yang jauh lebih tinggi. Jadi, komponen permintaan pasokan perak yang lebih tinggi dalam konsumsi industri. Dan di lingkungan di mana kita melihat ekonomi global pulih, itulah alasan lain untuk membeli perak,” kata Hsueh. Analis di Citi juga mengatakan dalam sebuah catatan bulan lalu bahwa rebound dalam aktivitas industri manufaktur mendorong harga perak lebih tinggi dibandingkan dengan emas. Selain itu, pemilu AS juga ikut berperan.

Analis di bank mengatakan pasar menilai potensi permintaan lebih banyak untuk perak, jika Capres AS Joe Biden dari Partai Demokrat memenangkan pemilihan presiden AS dan memberikan rencana infrastruktur hijau. Di bawah rencana Biden, kereta komuter, bus, dan kendaraan penumpang akan beroperasi dengan listrik atau bahan bakar bersih, dan sistem rel ringan dan bus yang bersih akan dikembangkan. Selain itu, rencana tersebut termasuk menawarkan insentif untuk meningkatkan perumahan dan bangunan komersial agar lebih tahan terhadap cuaca ekstrem.

“Selama pasar bullish untuk kedua logam, perak yang kuat sering naik lebih cepat daripada sepupunya yang lebih berat dan lebih mahal,” Ned Naylor-Leyland, fund manager logam mulia di Jupiter Asset Management. Dia menunjuk penggunaan perak dalam peningkatan jumlah aplikasi medis, serta dalam komponen elektronik untuk jaringan telekomunikasi 5G. Namun pada umumnya, kedua logam mulia itu akan terus mengalami reli, menurut analis.”Ada banyak keuntungan baik untuk emas dan perak, dalam pandangan kami dan untuk perak untuk terus mengungguli bahkan emas,” tulis Naylor-Leyland. Dia menunjuk ke faktor-faktor yang membuat investor tidak percaya pada mata uang fiat, terutama dolar AS. Itu termasuk pelonggaran moneter dan lonjakan pengeluaran pemerintah untuk mengelola wabah virus corona. Harga emas dan greenback memiliki hubungan terbalik. Karena dolar AS telah jatuh terhadap mata uang lain, logam mulia akan menjadi lebih murah di mata uang lain, pada gilirannya memacu permintaan untuk emas dan menyebabkan harga naik.

(Source: merdeka.com)

Leave a Reply