Menghindari Kelelahan Mencari Pekerjaan

Menghindari Kelelahan Mencari Pekerjaan

Menghindari Kelelahan Mencari Pekerjaan Baru di Masa Pandemi; Prospek pekerjaan saat ini jauh dari proyeksi awal tahun 2020. Sebab banyak orang yang terkena pemutusan kerja (PHK) akibat wabah Covid-19 yang melanda di seluruh dunia. Seperti puluhan juta orang Amerika yang terus menerima tunjangan pengangguran tujuh bulan setelah ekonomi AS yang terjun bebas disebabkan oleh pandemi. Menurut data terbaru yang tersedia, ada sekitar satu lowongan pekerjaan untuk setiap dua orang yang tidak bekerja di bulan Agustus.Berikut yang telah dirangkum oleh Tim Support Priority Indonesia (Perusahaan Sepatu Kulit Militer POLRI Safety Tunggang) dibawah ini;

Penelitian telah menunjukkan bahwa pengangguran dan setengah pengangguran yang berkepanjangan dapat berdampak lama pada kesehatan fisik dan mental pencari kerja. Berikut panduan tentang cara mengelola perasaan kelelahan saat mencari pekerjaan selama pandemi menurut para ahli, dilansir dari CNBC Make It.

Batasi Jam Berburu Pekerjaan

Meskipun masalah ini tidak dapat diabaikan, terapis yang berbasis di Austin, Melody Li, dan pendiri komunitas Terapis Inklusif mengatakan bahwa sangat penting untuk berfokus pada apa yang dapat Anda kendalikan untuk mengurangi stres dan kelelahan. Terkait pencarian kerja, meskipun Anda tidak dapat mengontrol berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menemukan pekerjaan baru, Anda dapat mengontrol berapa banyak waktu yang Anda berikan untuk proses tersebut setiap hari dan setiap minggu. Dan Black, pemimpin perekrutan global untuk perusahaan konsultan EY, merekomendasikan untuk menghabiskan antara 1 dan 3 jam sehari selama seminggu di hari kerja dan pastikan Anda tetap fokus.

Beri Diri Anda ‘Kemenangan’ Setiap Hari

Untuk sisa hari Anda, Black merekomendasikan Anda menjadwalkan tugas untuk diselesaikan yang dapat memberi Anda rasa pencapaian. Itu bisa berarti melakukan satu atau dua jam lagi tugas terkait karier, seperti menyelesaikan kursus pelatihan online atau menghadiri konferensi virtual. Atau bahkan bisa jadi hal-hal yang perlu Anda selesaikan di sekitar rumah. “Jika Anda menghabiskan waktu seharian untuk melakukan sesuatu dan tidak membuahkan hasil dengan segera, itu merupakan pukulan bagi ego Anda, tidak peduli siapa Anda,” kata Black. “Ukir bagian-bagian dari hari Anda yang dapat Anda anggap sebagai kesuksesan.

Perhatikan lingkungan Anda

Bagian lain dari pencarian pekerjaan yang dapat Anda kendalikan adalah lingkungan Anda. Mengirim email dari sofa di depan TV selama berjam-jam tidak berkelanjutan dapat membebani tubuh dan pikiran. Bersikaplah intens terhadap lingkungan sehingga dapat membantu Anda membalikkan energi untuk mencari pekerjaan lagi. Perbaikan yang bisa dilakukan seperti memutar musik yang menyenangkan selama mencari pekerjaan, nyalakan lilin wewangian, kenakan pakaian yang nyaman, atur laptop agar mendapatkan pemandangan diluar jendela yang bagus.

Bangun Sistem Teman Pencarian Kerja

Bagi banyak orang, mereka membutuhkan dukungan dari teman dan keluarga lebih dari sebelumnya selama pandemi ini. Namun berinteraksi secara langsung membawa risiko tersendiri. Anda mungkin merasa bahwa Anda tidak ingin membebani orang lain ketika mereka memiliki kesulitan yang harus mereka hadapi. Namun Anda mungkin merasa tidak ingin membebani orang lain ketika mereka memiliki kesulitan yang harus mereka hadapi juga.

Ada cara lain untuk mendapatkan dukungan dari orang-orang sekitar ketika situasi seperti ini yakni dengan membentuk kelompok baik, di jaringan sendiri ataupun melalui platform daring untuk membicarakan pengalaman mencari pekerjaan selama pandemi. Berbagai pengalaman yang diberikan dapat mencegah Anda untuk memikul tantangan dan kelelahan sendirian. Dengan jujur dapat membantu orang lain merasa tidak sendirian dalam pengalaman mereka. Selain itu, membentuk kelompok seperti tersebut dapat membantu meningkatkan proses pencarian kerja dengan memberikan peluang jaringan, resume dan bantuan surat lamaran, atau umpan balik wawancara.

Rencanakan Sesuatu untuk Dinantikan Setiap Minggu

Dengan sebagian besar kehidupan sehari-hari sekarang dialihkan ke aktivitas online, Li mengatakan sangat penting untuk menghentikan kemonotonan secara mental maupun fisik. Setidaknya dalam seminggu sekali, buatlah komitmen pada diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang aktif dan kreatif. Daripada merasa bersalah karena meluangkan waktu untuk melamar pekerjaan, ingatlah bahwa memprioritaskan kesejahteraan akan membantu Anda merasa terisi kembali ketika kembali melakukannya.

Ingatlah Bahwa Semua ini Tidak Bersifat Pribadi

Meskipun keadaannya suram di banyak bagian pasar kerja, Sulit untuk tidak tersinggung saat tidak mendapatkan kabar dari manajer perekrutan. Namun sangat penting untuk mencoba keluar dari pola pikir seperti ini. Hasil lamaran Anda bergantung pada ekosistem pasar kerja yang kompleks, hingga bagaimana setiap organisasi mengubah proses perekrutannya sehubungan dengan pandemi. “Ingatlah bahwa ini adalah waktu yang sulit bagi banyak orang. Tetapi hanya karena Anda belum mendapat kabar, bukan berarti Anda tidak memenuhi syarat, atau Anda tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan, atau bahwa Anda tidak baik. Beri diri Anda beberapa pengampunan.”

Saatnya Manfaatkan Krisis Akibat Covid-19 untuk Cari Pekerjaan Baru

Virus Corona telah berdampak terhadap kehidupan tenaga kerja di Indonesia. Laporan Survei JobStreet edisi Agustus 2020 mencatat, 35 persen pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan 19 persen pekerja lainnya tidak bekerja sementara atau dirumahkan. Yang paling terkena imbasnya adalah para karyawan di Bali (79 persen), mereka yang tidak bekerja penuh waktu (67 persen), baru bekerja selama kurang dari 12 bulan (64 persen), dan karyawan dengan gaji rendah. Hal ini paling mempengaruhi pekerja di sektor perhotelan/katering (85 persen), pariwisata/biro perjalanan (82 persen), periklanan/hubungan masyarakat/jasa pemasaran (82 persen), pakaian/garmen/tekstil (71 persen), makanan dan minuman (69 persen), dan arsitektur/bangunan/konstruksi (64 persen).

Akibatnya, persentase kandidat yang bahagia dengan kualitas hidupnya turun secara signifikan dari 93 persen menjadi 38 persen. Penurunan ini paling jelas terlihat pada pekerja yang di-PHK secara permanen (-71 persen tingkat kebahagiaan) atau sementara tidak bekerja (-59 persen). Meski demikian, walau kehilangan pekerjaan dalam masa sulit ini mengecilkan hati, ini merupakan kesempatan untuk merawat diri dan mengatur keuangan. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana cara memaksimalkan waktu luang Anda.

Meskipun diperlukan berbagai penyesuaian untuk menetapkan suatu rutinitas baru, ingat betapa pentingnya untuk tetap produktif dan fokus pada prioritas Anda, bahkan ketika sedang tidak bekerja. Anda dapat memulai dengan tugas-tugas sederhana namun bermanfaat yang akan memberikan motivasi untuk menangani tugas-tugas yang sulit. Berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk memanfaatkan waktu istirahat selama pandemi, untuk mendapatkan pekerjaan baru;

1. Periksa keadaan secara keseluruhan

Beberapa hari atau minggu pertama setelah kehilangan pekerjaan mungkin akan mengejutkan, dan Anda mungkin akan berusaha keras mencari cara untuk kembali memulai karier sesegera mungkin. Namun fokus lah pada diri sendiri terlebih dahulu.

Periksa apakah kondisi fisik, mental, dan emosional Anda dalam keadaan baik, agar dapat mengerjakan tugas lain dengan sukses. Menjaga kesehatan merupakan hal yang sangat penting; beristirahatlah sejenak dan lakukan hal-hal yang membuat Anda merasa rileks.

2. Tinjau kondisi keuangan

Menurut survei, keuangan pribadi maupun keluarga menjadi kekhawatiran terbesar 77 persen individu yang tidak bekerja. Memeriksa kembali keuangan, menyesuaikan anggaran pribadi dan keluarga, dan menginformasikan statusmu kepada pemberi kredit harus menjadi salah satu prioritas utama guna membantu meredakan kekhawatiran yang ada.

3. Rencanakan langkah karier Anda selanjutnya

Evaluasi kinerja dan pengalaman dari pekerjaan sebelumnya. Pertimbangkan tugas-tugas yang telah diselesaikan dan yang menurut Anda menantang. Kemudian, sempurnakan rencana dan target karier Anda dan buat daftar hal baru yang ingin dicapai dalam pekerjaan berikutnya. Seperti peran dan tugas selanjutnya, industri atau sektor tertentu, dan kisaran gaji yang ideal untuk pengalaman dan keterampilan yang Anda miliki.

4. Aktif mencari kerja

Berdasarkan hasil survei, 7 dari 10 kandidat sedang aktif mencari dan melamar pekerjaan, dengan proporsi yang lebih tinggi berasal dari mereka yang di-PHK (88 persen). Hal ini dapat mengakibatkan persaingan yang ketat di pasar tenaga kerja, jadi penting untuk menonjolkan diri Anda di mata perekrut. Perbarui CV dan profil profesional Anda, catat pekerjaan yang banyak diminati kandidat dalam beberapa bulan mendatang.

5. Pertimbangkan pekerjaan lepas (freelance) atau berbasis proyek (project-based)

Pekerjaan kontrak dapat membantu Anda mendapat penghasilan sambil menunggu pekerjaan baru. Pekerjaan freelance rumahan bahkan dapat membantu menyesuaikan diri dengan sistem bekerja dari rumah yang diterapkan sebagian besar perusahaan selama krisis covid-19. Sembari melakukan ini, pantau terus aktivitas perekrutan karena 80persen perusahaan di Indonesia diperkirakan akan melanjutkan rekrutmen dan 56 persen tidak akan mempermasalahkan pemutusan kerja akibat covid-19.

6. Ikuti webinar dan kursus online

Meskipun Anda masih dalam tahap mencari pekerjaan, penting untuk terus mempelajari keterampilan baru. Manfaatkan webinar dan kursus yang relevan dengan pengalaman dan posisi yang hendak dilamar. Keterampilan baru yang diperoleh akan meningkatkan CV Anda dan dapat memperbesar peluang untuk direkrut.

(Source: Merdeka.com)

Leave a Reply