PSBB Jawa Bali

PSBB Jawa Bali

PSBB Jawa Bali; pemerintah membatasi kegiatan masyarakat dengan merujuk pada aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penularan virus corona (Covid-19) di seluruh provinsi di Pulau Jawa dan Provinsi Bali. PSBB Jawa Bali ini berlaku 11 Januari sampai 25 Januari 2021. Keputusan tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Berikut yang telah dirangkum oleh Tim Support Priority Indonesia (Perusahaan Sepatu Kulit Militer POLRI Safety Tunggang) dibawah ini;

“Penerapan pembatasan secara terbatas dilakukan provinsi di Jawa dan Bali karena seluruh provinsi tersebut memenuhi salah satu dari empat parameter yang ditetapkan,” kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto. “Oleh karena itu pemerintah membuat kriteria terkait pembatasan kegiatan masyarakat dan ini sesuai dengan UU yang dilengkapi PP 21 Tahun 2020, di mana mekanisme pembatasan tersebut. Pembatasan ini kami tegaskan bukan pelarangan kegiatan, tetapi pembatasan,” ujar Airlangga.

Dalam mengambil kebijakan ini, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah melihat data perkembangan penanganan Covid-19, seperti zona risiko penularan virus corona, rasio keterisian tempat tidur isolasi dan ICU. Selain itu, pemerintah juga melihat kasus aktif Covid-19 yang saat ini telah mencapai 14,2 persen.

Menurut Airlangga, pembatasan sosial di provinsi, kabupaten, atau kota harus memenuhi parameter terkait penanganan Covid-19. Parameter tersebut antara lain, tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional sebesar 3 persen. Kemudian tingkat kesembuhan di bawah nasional sebesar 82 persen. Selanjutnya, kasus aktif di bawah kasus aktif nasional sebesar 14 persen, dan keterisian RS untuk tempat tidur isolasi dan ICU di atas 70 persen. Pembatasan kegiatan masyarakat ini antara lain membatasi tempat kerja dengan WFH 75 persen, belajar dilakukan secara daring, jam operasional pusat perbelanjaan, hingga jam operasi moda transportasi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo berbicara soal antisipasi karantina wilayah atau lockdown usai Indonesia memiliki kasus aktif virus corona (Covid-19) lebih dari 110 ribu. Jokowi mengatakan sejumlah negara telah menempuh kebijakan itu. Ia meminta para menteri untuk bekerja keras menangani pandemi agar Indonesia tak memilih jalan yang sama.

Jokowi Bicara soal Lockdown usai Kasus Aktif Tembus 110 Ribu

Presiden Joko Widodo berbicara soal antisipasi karantina wilayah atau lockdown usai Indonesia memiliki kasus aktif virus corona (Covid-19) lebih dari 110 ribu. Jokowi mengatakan sejumlah negara telah menempuh kebijakan itu. Ia meminta para menteri untuk bekerja keras menangani pandemi agar Indonesia tak memilih jalan yang sama. “Dua hari lalu London lockdown, Tokyo sama. Bangkok yang dekat-dekat kita juga lockdown. Terakhir, kemarin bukan hanya London saja, tapi Inggris juga,” kata Jokowi dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Istana Negara, Jakarta. “Hati-hati, jadi catatan kita semuanya jangan sampai terjadi lonjakan yang sangat drastis sehingga kita dipaksa untuk melakukan,” imbuh Jokowi.

Jokowi menyampaikan jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai lebih dari 110 ribu pada Desember 2020. Angka itu melonjak dari bulan sebelumnya yang berkisar di angka 54 ribu. Mantan Wali Kota Solo itu meminta anak buahnya untuk kembali menggencarkan kampanye protokol kesehatan. Jokowi memerintahkan Satgas membuka komunikasi publik secara jelas lewat media massa. “Masyarakat harus tahu mengenai itu, tidak menakut-nakuti, tapi informasinya harus sampai kalau kita harus disiplin, jaga protokol kesehatan,” ujar Jokowi. Jumlah kasus positif di Indonesia mencapai 779.548 kasus pada Selasa (5/1). Sebanyak 104.693 orang di antaranya saat ini adalah kasus aktif atau masih berstatus positif Covid-19. Sementara itu, 23.109 orang telah meninggal dunia. Sebanyak 645.746 orang telah sembuh.

Covid Memburuk, Epidemiolog Serukan PSBB Ketat di Jabodetabek

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono menyerukan masyarakat di Jabodetabek siap mengantisipasi  pengetatan serentak. FKM UI menjadi mitra Pemprov DKI dalam penanganan wabah corona. Menurut Pandu, pengetatan bisa dilakukan jika mempertimbangkan kasus covid di Jakarta dan sekitarnya yang kian memburuk. “Wahai warga Jabodetabek, mari kita bersiap dan patuh untuk implementasi pengetatan serentak se-wilayah Jabodetabek,” kata Pandu seperti dikutip dari akun twitternya @drpriono1, Rabu (6/1).

Wahai warga jabodetabek, mari kita bersiap dan patuh untuk implementasi pengetatan serentak se wilayah jabodetabek. Situasi Pandemi memburuk, kasus terus meningkat, hospitalisasi naik, RS kewalahan, lahan pemakaman penuh. Seluruh Pemda bekerjsama dg harmonis dan saling dukung. Pandu menilai, saat ini, kondisi pandemi Covid-19 memburuk dengan kasus yang terus meningkat, hospitalisasi naik, rumah sakit kewalahan hingga lahan pemakaman yang penuh.

“Situasi Pandemi memburuk, kasus terus meningkat, hospitalisasi naik, RS kewalahan, lahan pemakaman penuh. Seluruh Pemda bekerja sama dengan harmonis dan saling dukung,” kata dia. Saat ini, DKI Jakarta masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi. Kebijakan ini berlaku hingga 17 Januari mendatang. Sementara data terakhir per 3 Januari 2021, keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta sudah mencapai 87 persen. Artinya, dari 7.379 tempat tidur yang tersedia, sebanyak 6.385 tempat tidur ruang isolasi RS di Jakarta sudah terisi.

Kemudian, dari jumlah tempat tidur ICU sebanyak 960 unit di Jakarta, sudah terisi 762 unit. Belakangan situs Lapor Covid menyebut ruang ICU di Jakarta dan sekitarnya sudah terisi 100 persen sejak Desember lalu. Di samping rumah sakit, lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus jenazah Covid-19 di Pondok Ranggon dan Tegal Alur sudah penuh. Seiring penuhnya lahan makam Covid-19 di dua TPU itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, lahan khusus makam jenazah Covid-19 di Rorotan, Jakarta Utara bakal segera digunakan. “Termasuk di Rorotan, insya Allah bulan ini sudah bisa digunakan, jadi enggak usah khawatir,” kata Riza di Balai Kota, Selasa (5/1).

Jokowi: 2020 Tahun Sulit, 2021 Penuh Harapan

Presiden Joko Widodo menyebut tahun 2020 sebagai tahun yang sulit karena pandemi Covid-19 melanda seluruh aspek kehidupan, termasuk perekonomian masyarakat. Meski begitu, Jokowi berkata banyak pelajaran yang bisa dipetik dari 2020. Salah satunya dorongan berinovasi untuk merespons keadaan. “Tahun 2020 yang penuh kesulitan, penuh tantangan telah kita lewati. Tahun 2020 memberikan banyak pelajaran kepada kita, menginspirasi kita dalam membuat terobosan dan inovasi,” kata Jokowi dalam dalam sambutan Dies Natalis ke-58 Universitas Brawijaya Malang, Selasa (5/1).

Jokowi mengapresiasi Universitas Brawijaya yang membuat banyak terobosan selama pandemi. Ia bilang UB mendaftarkan 132 hak paten pada 2020, terbanyak di kalangan universitas. Mantan Wali Kota Solo itu mengajak seluruh pihak menyambut tahun 2021 yang penuh harapan. Menurutnya, banyak pertanda baik di awal tahun ini. Jokowi menyampaikan semakin banyak investasi yang masuk di awal tahun ini. Selain itu, program vaksinasi Covid-19 juga sudah siap dimulai pada bulan ini. “Tahun 2021 adalah tahun yang penuh harapan. Kita semuanya berupaya keras agar permasalahan kesehatan bisa kita tangani dengan cepat dan vaksinasi akan segera dilakukan,” ucapnya.

Meski begitu, Jokowi mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan selama vaksinasi berlangsung. Jokowi juga mengajak masyarakat, khususnya sivitas akademika Universitas Brawijaya, untuk menyambut tahun 2021 dengan inovasi. Ia mengingatkan agar para akademisi tidak terjebak kebiasaan lama. “Jangan lagi terjebak dalam rutinitas. Cara-cara baru harus kita kembangkan. Keinginan mahasiswa dan dosen untuk berinovasi harus terus ditumbuhkan. Kreasi-kreasi baru harus difasilitasi dan dikembangkan,” ucap Jokowi.

(Source: cnnindonesia.com)

Leave a Reply