Tips Gowes di Kota

Tips Gowes di Kota

Tips Gowes di Kota; Selama masa pandemi virus corona ini, tampaknya membuat masyarakat semakin sadar untuk melakukan hidup sehat. Salah satunya dengan banyak orang yang mulai menggemari olahraga bersepeda.  Hasilnya, banyak masyarakat yang berbondong-bondong ke toko sepeda karena takut kehabisan stok sepeda yang mereka incar. Namun, dalam memilih sepeda yang tepat dan nyaman, rasanya susah-susah gampang dikarenakan cukup banyak varian merek dan jenis sepeda. Akan menjadi masalah baru jika yang membeli sepeda adalah pesepeda atau goweser pemula yang tentu saja masih buta akan dunia sepeda. Lantas, apa saja jenis-jenis sepeda yang saat ini banyak dipakai masyarakat dan bagaimana tips sebelum membeli sepeda? Berikut penjelasan yang dapat dijadikan pertimbangan.

Banyaknya orang yang mulai melirik sepeda sebagai alat transportasi atau hobi baru membuat jalan dipenuhi para pesepeda baru. Hal ini seharusnya membuat Anda lebih waspada karena jalan-jalan utama di kota belum banyak yang memiliki jalur khusus pesepeda.  Bersepeda di jalan raya rawan kecelakaan, terutama jika harus berada dalam satu jalur dengan kendaraan bermotor. Berikut adalah sembilan tips gowes di jalan raya untuk pesepeda baru.

1. Baca aturan lokal Setiap negara dan kota memiliki aturan berbeda tentang penggunaan helm, bel, lampu sepeda, dan berbagi jalan dengan kendaraan bermotor, jadi pelajari peraturan dan hukum setempat yang berlaku sebelum memulai perjalanan.

2. Jangan takut untuk mengambil jalur Saat mengendarai sepeda di jalan raya, bersikaplah seperti sedang mengendarai mobil. “Sehingga kamu lebih mudah diprediksi oleh pengguna jalan lain,” saran Sydney Sotelo, koordinator pendidikan orang dewasa untuk Asosiasi Pembalap Sepeda Area Washington. Jangan berpindah jalur seenaknya, tetap perhatikan jarak aman dan memberikan tanda dengan tangan bila ingin berganti jalur. Itu termasuk berhenti di lampu merah dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Sotelo merekomendasikan untuk berada di jarak aman yang juga bisa dilihat oleh pengendara lain, sehingga mereka bisa memprediksi arah gerakmu.

Tips Gowes di Kota

3. Ingat ada pandemi dan jaga jarak Saat bersepeda dalam kelompok, selalu gunakan masker atau bandana sebagai penutup wajah dan membawa pembersih tangan.

4. Wajib pakai helm dan pelindung diri Entah itu helm baru, lama, atau pinjaman, jangan bersepeda tanpa memakai helm atau pelindung lutut dan siku jika ingin bersepeda di gunung. Cek juga apakah helm yang kamu kenakan pas dengan menempatkan lebih dari dua jari secara horizontal. “Di antara bagian atas alis dan tepi helm,” kata Eliana Marcus-Tyler, koordinator program di San Francisco Bicycle Coalition. Jika helm dapat dimasuki lebih dari dua jari, helm terlalu jauh ke belakang atau terlalu rendah hingga artinya itu tidak pas.

5. Pergi bersama teman yang berpengalaman untuk membangun kepercayaan diri Kamu dapat belajar banyak dari seseorang yang lebih berpengalaman dan melihat bagaimana mereka bereaksi terhadap situasi lalu lintas yang berbeda. Setelah kamu mengikuti teman sebentar, cobalah beralih posisi. Sotelo merekomendasikan  pesepda yang kurang berpengalaman di depan sehingga mereka memimpin. “Orang di belakang dapat mudah pindah jalur untuk mencegah pengendara datang di belakang, sekaligus untuk melindungi pengendara yang kurang berpengalaman, sehingga mereka tidak perlu terlalu khawatir tentang lalu lintas di belakang mereka,” kata Sotelo.

6. Periksa perlengkapan sepeda Periksa dengan teliti untuk memastikan setiap bagian dari sepeda berfungsi dengan baik. Temukan masalah kecil sebelum menjadi masalah besar yang membuat sepedamu mogok di jalan. Sotelo merekomendasikan metode Pemeriksaan Cepat ABC:

– Udara (Air): Periksa apakah ban sepeda memiliki cukup udara dengan cara meremasnya. Roda harus terasa sekeras bagian belakang jempol. “Memiliki ban yang melekat pada jalan dengan benar akan menghilangkan ketegangan saat mengayuh,” kata Sotelo.

– Rem (Break): Pastikan bantalan rem belum aus hingga 1/8 inci. Jika tuas rem tangan masuk sepenuhnya ke pegangan saat ditekan, mereka harus dikencangkan. – Rantai (Chain): Rantai seharusnya tidak berkarat atau bebas dari tanah puing. Bersihkan sepeda setelah perjalanan berlumpur atau terkena air hujan.

– Rilis Cepat: Pastikan semua tuas atau di tengah roda tertutup dan terkunci.

– Periksa: Pastikan sepeda tidak berderak dan dalam kondisi baik.

Tips Gowes di Kota

7. Kunci sepeda  Jangan lupa untuk mengunci sepeda jika harus meninggalkannya di luar. Untuk mencegah agar sepeda tidak dicuri, pilih apa yang benda yang akan kamu kaitkan dengan sepedamu.

8. Praktekkan keterampilan dan manuver menghindari bahaya Kamu dapat melatih keterampilan dengan menonton bagaimana pengendara sepeda yang lebih berpengalaman melakukannya di jalan raya. League of American Bicyclists memiliki video tentang cara memposisikan diri di persimpangan, pensinyalan, dan cara ideal untuk memulai dan berhenti. Berlatih di jalan yang lebih tenang dan berlatih rute ketika kondisi jalan tidak terlalu sibuk. Di area bebas kendaraan, cobalah berlatih melepaskan tangan dari bilah pegangan, sehingga kamu merasa lebih nyaman saat akan memberikan signal atau saat akan membetulkan posisi masker. Hindari berada di sisi tempat pintu mobil dibuka, bahkan ketika berada di jalur sepeda, karena kamu bisa tertabrak oleh penumpang mobil yang membuka pintu. “Kami selalu menyarankan agar pesepeda memberi jarak sekitar lima kaki atau 1,5 meter dari mobil yang diparkir,” kata Marcus-Tyler.

9. Tak perlu bersepeda bolak-balik “Hanya karena pengendara sepeda memiliki hak untuk berkendara di jalan tidak berarti kamu harus selalu melakukannya,” kata Sotelo. “Jika kamu merasa merasa tidak nyaman (atau kelelahan), kamu bisa turun dari sepeda dan menjadi pejalan kaki,” ujarnya. Kita juga dapat menggabungkan sepeda dengan bentuk transportasi lain seperti kereta atau bus. Hal ini terutama jika kita memakai sepeda lipat karena transportasi umum biasanya selalu penuh. Cobalah untuk bersenang-senang dengannya. Pikirkan semua kerepotan yang harus dialami saat kita membawa mobil atau naik transportasi umum.

Tips Gowes di Kota

Jenis-jenis sepeda

Erwin Handoko dari Brompton Monas Cyclists mengatakan, secara umum terdapat tiga jenis sepeda yang saat ini digandrungi masyarakat.

-Folding bike (sepeda lipat)

-Mountain bike (sepeda gunung)

-Road bike (sepeda balap)

Menurut Erwin, sepeda lipat saat ini tengah naik daun karena menjadi buruan masyarakat untuk bersepeda. ” Sepeda lipat yang lagi booming sekarang ini, beda dari beberapa tahun lalu yang booming beberapa tahun lalu itu adalah sepeda fixie,” kata Erwin. Mengapa banyak orang yang mencari sepeda lipat khususnya di Jakarta, kata Erwin, hal itu dikarenakan faktor pembangunan transportasi massal yang massive belakangan ini. Seperti adanya MRT, LRT, Transjakarta atau KRL. “Orang jadi lebih mudah dan ekonomis jika bersepeda,” ujarnya.

Menurut Erwin, dari tiga jenis sepeda pada umumnya, sepeda lipat sendiri terbagi dalam tiga kategori. Di antaranya sepeda lipat dengan tiga lipatan, sepeda dua lipatan, dan sepeda bongkar-pasang. “Sepeda tiga lipatan ini paling ringkas dan cocok untuk di bawa ke transportasi massal, karena setelah di lipat hanya sekitar 80cm x 80 cm kurang lebih,” papar Erwin. Senada dengan Erwin, salah satu pendiri Brompunk, sebuah social movement untuk membuat aktivitas bersepeda lestari, Debyo Surya Setiyawan juga menjelaskan hal yang sama. Menurut Debyo, jenis sepeda gunung lebih cocok dan pas apabila digunakan di medan yang terjal. “Misalnya jalan berbatu, tanah yang tidak rata,” ujar Debyo.

Kemudian, lanjut Debyo, sepeda balap atau yang sering disebut road bike, biasanya digunakan pada jalan yang rata dan halus. Selain itu, kecepatan dalam bersepeda menggunakan sepeda balap juga diatas rata rata kecepatan sepeda pada umumnya. “Dan biasanya pesepeda balap mempunyai jarak tempuh yang jauh dalam beraktifitas sepeda,” papar Debyo.

Tips membeli sepeda

Sebelum membeli sepeda, Debyo menyarankan agar mempertimbangkan beberapa hal agar tidak menyesal kemudian. Berikut yang telah dirangkum oleh Tim Support Priority Indonesia (Perusahaan Sepatu Kulit Militer POLRI Safety Tunggang) di bawah ini;

Pertama, siapkan budget atau dana. Hal itu menurutnya agar stabilitas keluangan dan rumah tangga dapat terjaga secara aman. “Siapkan target budgetnya dulu agar keuangan bisa terkontrol,” ujar Debyo. Kemudian selanjutnya, tentukan jenis sepeda yang diinginkan sesuai tujuan bersepedanya. Seperti misalnya, apakah digunakan di jalanan terjal, jalanan biasa atau travelling. “Mau sepeda gunung, sepeda balap atau sepeda lipat,” ungkapnya. Lalu, yang terakhir yakni sesuaikan spesifikasi teknis sepeda dengan postur tubuh, baik tinggi dan berat badan. Hal ini bertujuan agar pemakai sepeda dapat merasa nyaman dan terhindar dari cedera. “Supaya tidak ada cedera dalam bersepeda, dan sepeda juga bisa awet selama dikendarai,” pungkas Debyo.

(Source: Kompas.com)

Leave a Reply