Jenis Sol Sepatu

Jenis Sol Sepatu

Jenis- jenis Sol Sepatu; Seringkali kita kebingungan saat memilih sepatu mana yang terbaik untuk dipilih. Konsumerisme sepatu beberapa tahun belakangan memiliki beberapa motif. Sebagian mengedepankan sisi ketenaran dan panjat sosial linimasa, beberapa lainnya demi terlihat paling mengikuti produk terbaru, sekelompok orang memilih sepatu berdasar apa yang mereka suka, dan lain sebagainya. Terlepas dari itu semua, semahal apapun sepatu yang Anda pakai, benda itu tetaplah sepatu yang guna asalnya adalah melindungi kaki.

Setiap sepatu yang Anda beli dan pakai memiliki dua struktur utama: bagian atas (upper) dan bagian bawah (sol). Dua bagian tersebut jadi tempat utama pengembangan bahan dan teknologi bagi merek-merek yang berbisnis di bidang ini. Meski demikian, ada beberapa jenis sol sepatu yang digunakan sebagai pelengkap produksi sepatu dewasa ini. Bagian ini vital karena nantinya akan menerima beban tubuh yang disalurkan melalui telapak kaki. Bila kita salah memilih sol, maka kenyamanan kita akan jadi taruhannya. Apabila kita terus memakainya, tidak jarang kita akan merasa sakit bahkan hingga cedera.

Pemilihan sol sepatu, menurut saya, sangat krusial. Oleh karena itu, ada baiknya kita menelaah terlebih dahulu jenis-jenis sol sepatu sehingga kita bisa membeli sepatu yang kita butuhkan. Selain demi kenyamanan, pemilihan sepatu yang tepat bisa meningkatkan rasa percaya diri ketika tengah asyik memakainya. Berikut macam jenis sol sepatu yang sudah dirangkum oleh Tim Support Priority Indonesia sebagai salah satu Produsen sepatu Militer POLRI Safety Tunggang Kulit Asli atau Sintetis yang Terpercaya di Indonesia;

-Sol Karet (Rubber Sole)

Jenis yang pertama merupakan yang paling dikenal manusia dalam sejarah pengembangan sepatu. Istilah “sneaker” pun muncul dari sini. Sol sepatu di pilihan pertama ini menggunakan karet yang sudah dicetak sedemikian rupa sehingga mengikuti dimensi bagian atas. Jenis sol karet juga terbilang tradisional, namun tak lekang oleh waktu karena biaya produksi yang lebih terjangkau. Sepatu-sepatu yang menggunakan sol karet adalah Vans, Converse, Pro Keds, Superga, beberapa seri lama seperti adidas serta Nike, dan lain sebagainya. Sepatu-sepatu bersol karet biasanya diproduksi sebelum tahun 1970-an karena sol karet jadi yang terdepan di zaman itu. Awet, kuat, dan tahan lama adalah keunggulan sol karet. Anda bisa membuktikannya ketika Vans Authentic jadi sepatu skateboard paling mutakhir pada 1966. Karet juga menghasilkan traksi yang dibutuhkan para pebasket. Itulah alasan mereka menggunakan Converse One Star dan adidas Campus sebagai sepatu andalan di jaman Magic Johnson atau Kareem Abdul-Jabbar masih bermain.

-TPU (Thermoplastic Poly-Utherane)

Sol jenis ini merupakan bantalan berbahan dasar plastik polimer yang telah melewati proses cetak menggunakan suhu panas tertentu. Sepatu berbahan TPU atau PU biasanya adalah sepatu lari lintas medan (cross-training) dan sepatu lari jarak jauh. Bahan plastik ini bisa dicarikan lalu dipadatkan ulang sehingga bisa lebih mudah melakukan perubahan bentuk untuk edisi-edisi sepatu lain. Meski begitu, biaya pengembangan teknologi pada sol TPU masih terbilang mahal.

-Ethyl Vinyl-Acetate (EVA) / Phylon

Bahan ini dianggap sebagai yang paling memberikan kenyamanan sekaligus mudah diatur ketebalannya mengikuti kebutuhan pabrikan. EVA biasanya diproduksi sebagai bahan bantalan sol dan bagian luar sepatu lainnnya. Salah satu jenis plastik ini jadi yang paling ringan di antara jenis bantalan lainnya. Sol Phylon merupakan pengembangan dari sol EVA yang telah dilumerkan menggunakan pemanas lalu didinginkan menggunakan mesin cetakan sol dengan siraman suhu dingin. Lewat proses ini, EVA yang sudah menjadi Phylon menjadi lebih padat namun tetap bisa memberikan kenyamanan yang dicari. Kebanyakan sepatu basket modern menggunakan sol Phylon. Sol EVA terbukti lebih baik dari karet menjadikannya sol dengan penyerapan getaran terbaik saat ini. Dengan demikian, sebagian besar merek terkemuka cenderung menggunakan bahan sol ini untuk mendapatkan kombinasi sol yang sempurna dari keempukan dan keringanan sejati.

Sol busa Eva terdiri atas Ethylene / Vinil Asetat kopolimer ester (Vinyl Asetat), Etilen (E) dan terbuat dari Vinyl Acetate (VA) yang dibuat oleh kopolimerisasi, nama Inggris adalah: Etilen Vinyl Acetate, disebut sebagai EVA, atau E / VAC Umumnya, konten vinil asetat (VA) adalah antara 5% dan 40%. Dibandingkan dengan polyethylene, EVA mengurangi kristalinitas dengan memperkenalkan monomer vinil asetat ke dalam rantai molekul, dan meningkatkan fleksibilitas, ketahanan benturan, kelarutan kemasan dan kinerja seal termal. Secara umum, kinerja resin EVA tergantung pada kandungan vinil asetat pada rantai molekul. Semakin tinggi isi konten VA, menandakan semakin tinggi transparansi, kelembutan dan ketangguhan dari konten VA itu sendiri nantinya.

-Thermoplastic Rubber (TPR)

Jenis sol ini dibuat dari material karet mentah yang dicairkan lalu dicetak ke dalam cetakan sol sepatu yang sudah di desain sebelumnya. Keunggulan dari bahan ini adalah gaya gesek minimum yang cukup baik, tahan lama dan awet apabila dipermukaan yang kasar. Sepatu kulit yang memakai TPR ini biasanya bersifat formal namun sangat nyaman dipakai sepanjang hari karena keempukan sol.  

TPR atau Thermo Plastic Rubber adalah material campuran dari karet dan plastik. TPR adalah thermoplastic, maksudnya dibuat dari karet sintetis. Itu sebabnya, TPR akan meleleh jadi cair semisal dipanaskan dan akan berubah jadi solid semisal didinginkan. Tak seperti lateks yang dibuat dari getah pohon, TPR dibuat dari polymer berjenis styrene butadiene styrene (SBS). Meski karet alami dan karet sintetis dibuat lewat proses berbeda dan punya kandungan kimia berbeda, tapi dua jenis karet ini tetap punya kesamaan untuk beberapa hal, salah satunya elastisitas. Tapi ada satu perbedaan mencolok dari dua jenis karet ini. Bahwa, karet alami tak bisa didaur ulang setelah melewati proses vulkanisir, sedang karet sintetis masih bisa didaur ulang sampai berkali-kali. Itu sebabnya, karet sintetis lebih banyak dipakai untuk keperluan industri. Satu industri yang memakai TPR yaitu industri alas kaki, terkhusus sepatu. Karena TPR punya kemampuan didaur ulang, ada kemungkinan tak meninggalkan residu hasil proses produksi. Ini penting, semisal salah dalam proses produksi, alas sepatu bisa dilebur lagi lalu didesain ulang. Dengan begitu, ongkos produksi tak akan membengkak karena ada satu kesalahan. Pemakaian TPR untuk sepatu sangat populer. TPR banyak dipakai untuk membuat outsole sepatu karena bahan dasarnya cenderung lebih murah, mudah dibentuk, ringan, anti selip, daya cengkeram tinggi, bisa dibuat berbagai warna, juga fleksibel terhadap suhu. Sol berbahan TPR ini cocok untuk mengatasi slip yang terjadi karena jalanan yang licin dan berair. Sol TPR juga biasanya dipakai oleh sepatu yang dikhususkan untuk kegiatan outdoor dan cocok digunakan untuk poduksi sepatu yang tahan air TPR ini bertekstur agak kasar dibandingkan dengan Rubber Sole biasanya namun tetap enteng.

-PU (POLYRETHINE)

Bahan sole pu ( polyrethine ) adalah bahan sole yang anti slip dan ringan dan juga ringan tahan terhadap minyak (oil resistant) kalau di banding dengan sole berbahan lain , sole pu ini tergolong mahal , dan juga mempunyai expired date atau kadaluwarsa , jika sudah kadaluwarsa maka sole berbahan pu ini akan hancur sendiri seperti sepotong roti jika di biarkan dalam waktu yang lama. Kelebihannya: Tahan terhadap minyak (oil resistant), ada anti slip & lebih ringan. Kekurangannya adalah Mempunyai expired date, jika sole lama tidak dipakai maka akan mudah hancur dan bahkan bisa hancur sendiri seperti sebuah roti kalo dibiarkan lama. Harganya pun lebih mahal dibanding sole dari bahan lain.

-PVC (Polyvinyl Chloride)

Terbuat dari bahan plastik dengan campuran sedikit karet. Sole dengan tipe seperti ini memiliki kelebihan bobotnya yang ringan dan keras. Namun bagi anda yang aktif, sepatu berbahan sole seperti ini tidak disarankan karena cenderung licin dan kurang elastis.

-Sponge Sole

Bahan Sponge Sole ini biasanya digunakan untuk sandal santai berbahan sepon. Lebih ringan. Kelebihannya ada pada keringanannya. Kekurangan adalah agak lembut sehingga cenderung kurang tahan lama.

(Source: bandros.co.id, id. hanagaloutdor.com).

Leave a Reply