Kostrad TNI AD

Kostrad TNI AD

Kostrad TNI AD; Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto menerima kunjungan Komandan Grup 2 Kopassus Kolonel Inf Andriyanto di Madivif 2 Kostrad, Singosari, Malang, Jawa Timur, Senin, 12-10-2020, dirilis Penkostrad. Kunjungan Dangrup 2 Kopassus ini dalam rangka kegiatan seleksi (werving) personel Satjar Divif 2 Kostrad yang nantinya akan mengikuti Pendidikan Komando di Pusdik Passus Batujajar. Seleksi Pendidikan Komando yang berlangsung mulai hari ini melibatkan lima Perwira dan 25 orang Bintara dari Satuan Jajaran Divif 2 Kostrad yang berakhir pada hari Kamis, pekan lalu. Berikut yang telah dirangkum oleh Tim Support Priority Indonesia (Perusahaan Sepatu Kulit Militer POLRI Safety Tunggang) dibawah ini;

Pangdivif 2 Kostrad Terima Kunjungan Komandan Grup 2 Kopassus

Pada kesempatan ini Pangdivif 2 Kostrad menyampaikan, bahwa seleksi calon prajurit Komando ini merupakan upaya dari Pimpinan TNI AD dan Kopassus khususnya dalam mencari dan menyeleksi prajurit-prajurit terbaik di satuan jajaran yang nantinya akan mengikuti Pendidikan Komando di Pusdik Passus Batujajar. “Tentu saya juga berharap kepada seluruh prajurit Satjar Divif 2 Kostrad yang sedang mengikuti seleksi kali ini, dapat terpilih serta dapat mengikuti Pendidikan Komando yang akan dilaksanakan nantinya, karena seperti diketahui bersama tidak seluruh prajurit bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pendidikan di Pusdik Passus Batujajar,” ujar Pangdivif 2 Kostrad.

Jelang JRTC, Prajurit Kostrad dan US Army Tingkatkan Kemampuan Fisik

Dalam rangka menyiapkan kemampuan fisik dan keterampilan dalam menghadapi Latihan JRTC bersama US ARMY, Prajurit Brigade Infanteri (Brigif) Para Raider 18 Divif 2 Kostrad yang tergabung dalam Kompi Kontingen Indonesia, melakukan pembinaan fisik dengan para Prajurit US ARMY, Fort Polk, Alexandria, Amerika Serikat, Jumat, 2-10-2020, dirilis Penkostrad. Beragam upaya pembinaan terus dilakukan untuk melatih fisik dan stamina. Salah satunya melalui program Phisical Training dengan beberapa materi diantaranya: Senam Kerja, lari keliling, Push up, Sit up, yang kesemuanya tetap mengedepankan protokol kesehatan yaitu melaksanakan physical distancing dan menggunakan masker.

Komandan Kompi (Danki) Latihan dari kontingen Indonesia Lettu Inf Wihelmus Raditya Pradana Guru menyampaikan, bahwa latihan tersebut merupakan program rutin dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kekuatan fisik prajurit sekaligus kesiapan dalam menghadapi Latihan JRTC. Latihan bersama Joint Readiness Training Center (JRTC) Rotation merupakan Latihan Bersama US Army dengan negara lain. TNI Angkatan Darat mengirimkan satu Kompi pasukan sebanyak 125 prajurit. Kegiatan akan berlangsung hingga 3 November 2020 di Fort Polk, Lousiana, Amerika Serikat.

Pasukan Raider Kostrad Latihan Pemantapan

Batalyon Infanteri Raider 321 Kostrad Latihan Pemantapan Raider (Lattap) yang diikuti seluruh prajurit Galuh Taruna, pada Minggu 18-10-2020 bertempat di Desa Cager, Majalengka, Jawa Barat. Yonif Raider 321 Kostrad sebagai pasukan khusus berkualifikasi raider berlatih khusus sesuai dengan kualifikasi yang disandangnya yakni latihan pemantapan Raider (Lattap), dirilis Penkostrad. Komandan Yonif Raider 321 Kostrad, Mayor Inf Octavian Englana P. mengatakan kualifikasi Raider yang dimiliki merupakan suatu tuntutan kemampuan yang diproyeksikan untuk menghadapi tugas dan ancaman faktual serta menjamin kesiapan operasional satuan Yonif Raider 321 Kostrad. “Sebagai seorang prajurit raider harus selalu terpelihara ilmu, teknis dan taktis, ketahan/kekuatan fisik serta kekuatan mental yang dimiliki,” kata Mayor Inf Octavian Englana P.

Yon Bekang 2 Kostrad Latihan Muatan Gantung Helikopter

Untuk memelihara kemampuan personel Peleton Perbekalan Udara, Yon Bekang 2 Kostrad melakukan Latihan Muatan Gantung Helikopter  (Mutunghel) pada Jumat 9-10-2020 di Desa Ngijo Karangploso Malang, Jawa Timur, dirilis Penkostrad. Latihan ini digelar mulai senin di Gudang Payung Yon Bekang 2 Kostrad Jabung dan berakhir di Desa Ngijo Karangploso Malang pada hari Jumat. Latihan berlangsung selama 5 hari dengan materi: menggantung Bekal/Materil Berupa 1 koli Munisi, 1 koli Bekal I (Ransum TNI), 2 koli BBM, 1 Koli Veldbed, dan juga 2 Ran Air Droping 2 Koli Bekal I (Ransum TNI) menggunakan payung udara orang disposal.

Pada umumnya latihan Mutunghel ini bertujuan untuk mendukung Logistik dan Alutsista pasukan tempur (sesuai daya angkut Heli), juga digunakan untuk droping obat-obatan di daerah bencana alam yang tidak bisa dilalui oleh jalur darat. Latihan ini juga disiapkan untuk menunjang Peleton Bekud pada pelaksanaan latihan Antar Kecabangan yang akan digelar di penghujung tahun ini. Dalam latihan Mutunghel (Muatan Gantung Helikopter) ini Helikopter yang digunakan adalah jenis bell-412 dari Skadron-11/serbu Puspenerbad Semarang dengan Penerbang I Kapten Cpn Lutfi, Penerbang II Letda Cpn Alfi dan dibantu oleh 3 Orang crew yaitu Serma Sonar Gultom sebagai TI, Serda Purwanto sebagai Mekanik dan Sertu Dimas sebagai Avionik.

Komandan Batalyon Bekang 2 kostrad Letkol Cba Firmanuddin Lilawangsa, S.I.P. yang hadir dilokasi pada saat muat gantung heli di Desa Ngijo menegaskan kepada para prajurit yang sedang melaksanakan latihan agar benar-benar memahami dan melaksanakan latihan ini dengan sungguh-sungguh. “Inilah LKT kita dan kita harus benar-benar menguasai kecabangan kita,” ucap Beliau kepada para personel yang sedang melaksanakan latihan. Danyon Bekang 2 Kostrad Letkol Cba Firmanuddin Lilawangsa, S.I.P. juga menegaskan kepada parjurit-prajurit yang baru, baik itu Tamtama, Bintara dan Perwira agar benar-benar memahami dan mau bertanya kepada pelatih dan senior yang sudah mahir dan faham materi ini sehingga kesalahan baik dalam pengepakan maupun pelaksanaan dilapangan bisa diminimalisir. “Yang utama adalah “tetap mengutamakan faktor keamanan selama latihan karena percuma kita latihan bagus jika mengabaikan faktor keamanan,” ujar Letkol Cba Firmanuddin Lilawangsa bersemangat.

Latihan Menembak Senjata Berat Yonarhanud 16 Kostrad

Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3 Kostrad Mayjen TNI Wanti W.F Mamahit, M.Si, meninjau latihan menembak senjata berat Batalyon Arhanud 16/Sbc di Dermaga Polejiwa, Desa Tallumpanua, Kec. Tanete Rilau, Kab. Barru, Provinsi Sulawesi Selatan. Selain meninjau dan melihat langsung latihan menembak senjata berat jenis senjata MMS dan LML, yang dilakukan oleh Prajurit Batalyon Arhanud 16/SBC di bawah Pimpinan Komandan Batalyon Arhanud (Danyon Arhanud) 16 Kostrad Mayor Arh Drian Priyambodo, S.E. Pangdivif 3 Kostrad juga melihat jenis amunisi yang digelar dan akan ditembakkan. Pada kesempatan ini Pangdivif 3 Kostrad menyaksikan langsung penembakan senjata berat yang di luncurkan pertama di Sulawesi selatan tersebut dengan didampingi oleh:

-Asintel Kasdivif 3 Kostrad.

-Asops Kasdivif 3 Kostrad.

-Dandim 1405/Mallusetasi.

-Kapolres Barru.

-Kepala Dinas Perhubungan Kab. Barru.

-Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Barru.

-Danramil 1405-07/Tanete Rilau.

-Kapolsek Tanete Rilau.

-Kepala Desa Tellumpanua.

Disela-sela menyaksikan latihan Pangdivif 3 Kostrad menyampaikan untuk merhatikan faktor keamanan dan waspadai lokasi sekitarnya pada saat menembak dan yakinkan tidak ada masyarakat yang beraktivitas di wilayah lautan jangkauan penembakan dan darat radius 5 km. “Terapkan disiplin menembak yang baik agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Pangdivif 3 Kostrad. Masyarakat antusias dan senang dengan kedatangan personil Yonarhanud 16 Kostrad penasaran dan sangat takjub karena ada Alutsista canggih ditampilkan di Dermaga Polejiwa. Dalam latihan ini tampak prajurit Kostrad mengoperasikan Sistem pertahanan Udara Rapid Ranger yang mengusung Rudal Starstreak.

(Source: Jakartagreater.com)

Leave a Reply