Baret Sebagai Simbol

Baret Sebagai Simbol

Baret Sebagai Simbol; Setiap aparatur negara tentu memiliki tugasnya masing-masing. Nah itu dapat anda kenali dengan mengetahui perbedaan dari setiap atribut yang mereka kenakan. Salah satu yang paling menonjol yakni Baret. Masing-masing satuan aparat keamanan TNI dan Polri memiliki atribut yang berbeda-beda warna dan bentuk emblem yang dikenakan di kepala, itulah yang dinamakan Baret. Arah miring penggunaan baret menandakan tugas yang dimilikinya. Baret yang dimiringkan ke kiri merupakan tanda pasukan yang mempunyai tugas keamanan, pengamanan dan penegakan hukum. Sementara untuk posisi baret yang berada di kanan menandakan bahwa pasukan tersebut adalah pasukan yang siap tempur. Baret miring ke kanan ini dikenakan oleh seluruh anggota TNI, kecuali yang berdinas di Polisi Militer. Baret pada setiap satuan TNI dan Polisi berbeda-beda, memiliki arti tersendiri sesuai dengan latar belakang masing-masing satuan. Terbagi dalam TNI AD, TNI AL dan TNI AU, sekilas setiap satuan memiliki artibrut yang memang tak jauh berbeda. Bahkan tak banyak orang awam yang memperhatikan akan atribut yang dikenakan. Mari kita mengenal Baret pada satuan TNI yang sudah di rangkum oleh Tim Support Priority Indonesia (Perusahaan Sepatu Kulit Militer POLRI Safety Big Size sampai dengan 47) di bawah ini. Yang pertama yakni TNI AD, yang memang pada satuan ini memiliki berbagai macam jenis baret, sebagai berikut:

-Infanteri

Infanteri merupakan pasukan pejalan kaki yang diberikan persenjataan ringan. Pasukan ini dilatih untuk melakukan serangan jarak dekat. Pasukan ini harus punya kemampuan bertarung, menembak, dan bertempur di segala kondisi. Jika kamu melihat pasukan TNI mengenakan baret berwarna hijau dengan lambang Yudha Wastu Pramuka, itulah pasukan Infanteri.

-Kostrad

Kostrad adalah singkatan dari Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat. Pasukan Kostrad masih bagian dari pasukan Infanteri, teman-teman. Jumlah pasukan Kostrad ini dirahasiakan. Meski begitu, mereka selalu siap bertugas jika ada perintah. Pasukan Kostrad mengenakan baret berwarna hijau dengan lambang Cakra Sapta Agni. Pasukan Kostrad mengenakan baret berwarna hijau dengan lambang Cakra Sapta. Pasukan Kostrad mengenakan baret berwarna hijau dengan lambang Cakra Sapta Agni.

-Kopassus

Kopassus,  adalah singkatan dari Komando Pasukan Khusus. Seperti Kostrad, Kopassus juga merupakan bagian dari pasukan Infanteri. Anggota Kopassus biasanya punya kemampuan khusus, seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, hingga mengintai. Pasukan Kopassus mengenakan baret berwarna merah dengan lambang Tribuana Chandraca Satya Dharma.

-Kavaleri

Mungkin teman-teman pernah membaca istilah kavaleri dalam kisah-kisah peperangan. Kavaleri merupakan pasukan yang menyerang dengan kendaraan. Zaman dulu, pasukan kavaleri menggunakan kuda sebagai kendaraan mereka. Kini, pasukan kavaleri menggunakan kendaraan lapis baja, yaitu tank dan panser. Pasukan yang dijuluki pasukan lapis baja ini menggunakan baret berwarna hitam dengan lambang Tri Daya Cakti. Pasukan Kavaleri mengenakan baret berwarna hitam dengan lambangTri Daya Cakti. Pasukan Kavaleri mengenakan baret berwarna hitam dengan lambangTri Daya Cakti.

-Armed

Armed adalah singkatan dari Artileri Medan. Orang yang ada di dalam pasukan ini biasanya ditugaskan membantu pasukan Infanteri dari jarak jauh. Caranya dengan menghancurkan wilayah lawan menggunakan senjata berat, seperti meriam. Pasukan yang satu ini menggunakan baret berwarna coklat dengan lambang Tri Sandhya Yudha.

-Arhanud

Arhanud adalah singkatan dari Arteleri Pertahanan Udara. Pasukan ini tugasnya menahan serangan pesawat tempur milik musuh. Pasukan ini mulai ada saat Perang Dunia I berlangsung. Kala itu, pesawat tempur yang dilengkapi senjata mulai digunakan. Nah, pasukan ini biasanya mengenakan baret berwarna coklat dengan lambang Vyati Rakca Bhala Cakti.

Baret Sebagai Simbol

Serta Satuan Tugas lainnya seperti;

-Zeni, warna abu-abu dengan lambang Yudha Karya Satya Bhakti.

-Perhubungan, warna hijau dengan lambang Cigrha Apta Nirbaya.

-Bekangad (Pembekalan Angkutan), warna biru tua dengan lambang Dharmagati Ksatria Jaya.

-Penerbad (Penerbang Angkatan Darat), warna merah dengan lambang Kuda Bersayap.

-Mabesad (Markas Besar Angkatan Darat), warna hijau dengan lambang Kartika Eka Paksi.

-Mabes TNI (Markas Besar Tentara Nasional Indonesia) khusus yang berdinas di Mabes TNI anggoata semua wajib menggunakan baret warna hitam dengan lambang Tri Dharma Eka Karma.

Selain itu, Paskhas AU (Pasukan Khas Angkatan Udara) yang memiliki warna Oranye serta Pasukan Marinir yang memiliki baret warna Ungu. Semua baret tersebut dipakai miring ke kanan dimana emblem terpasang disebelah kiri. Begitu juga dengan baret milik Polisi Militer yang memiliki warna biru muda, baret milik Brimob (Brigade Mobil) maupun milik korps Reserse yang berwarna biru tua yang miring ke kiri. Tiap-tiap baret tersebut harus ditempuh sesuai dengan fungsi dan korps masing-masing satuan yang dinamakan dengan Pembaretan. Arti dari Pembaretan itu sendiri ialah istilah untuk mendapatkan baret. Untuk mendapatkan baret di dalam organisasi TNI tidaklah mudah, karena harus memiliki ketrampilan dalam bertempur serta keterampilan dalam kecabangan yang lain. Maka dari itu, Baret adalah suatu kebanggan bagi tiap-tiap satuan di TNI dan bagi prajurit itu sendiri

Baret Sebagai Simbol

Fungsi Baret Militer dan POLRI

Mungkin jarang terpikir dibenak sebagian orang, kenapa baret tentara, polisi, bahkan pramuka itu berposisi miring. Selain warnanya yang berbeda-beda, baret miring juga memiliki arti tersendiri. Bagaimana pula sejarah baret digunakan oleh kalangan militer dan aparat negara lainnya hingga menjadi tren fashion? Berdasarkan pengertian di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), baret adalah sebuah topi berbentuk bulat, pipih, dan lembut, biasanya terbuat dari tenunan, wol rajutan tangan, katun rajutan, flanel wol atau serat akrilik. Produksi massal baret dimulai pada abad ke-19 di Prancis dan Spanyol, negara-negara yang tetap terkait. Baret biasanya dipakai sebagai bagian dari banyak seragam unit militer dan polisi di seluruh dunia, serta oleh organisasi lainnya.

Sebagai Penutup Kepala Seragam

Kepraktisan baret telah lama membuatnya menjadi salah satu item pakaian seragam militer dan seragam lainnya. Di antara beberapa contoh bersejarah terkenal adalah tentara Skotlandia, yang memakai topi biru pada abad ketujuh belas dan kedelapan belas, Volontaires Cantabres, sebuah pasukan Prancis yang tumbuh di negara Basque pada tahun 1740-an hingga 1760-an, juga mengenakan baret biru, dan pemberontak Carlisme, dengan baret merah mereka, pada tahun 1830-an di Spanyol. Baru-baru ini, pada tahun 1950-an unit Pasukan Khusus Angkatan Darat AS mulai memakai baret hijau sebagai penutup kepala, yang secara resmi diadopsi pada tahun 1961 dengan unit tersebut menjadi dikenal sebagai “Green Berets”, dan pasukan khusus tambahan di Angkatan Darat, Angkatan Udara AS dan pasukan lainnya juga mengadopsi baret sebagai tutup kepala khas.

Baret Sebagai Simbol

Dalam Mode dan Budaya

Baret juga merupakan bagian dari stereotip lama bagi para cendekiawan, sutradara film, seniman, “hipster”, penyair, dan hippi. Sebuah baret dikenakan oleh seniman Rembrandt dan komposer Richard Wagner. Di Amerika Serikat dan Inggris, pada pertengahan abad kedua puluh terjadi ledakan penggunaan baret pada mode/fashion wanita. Di bagian akhir abad kedua puluh, baret diadopsi oleh orang Cina baik sebagai pernyataan fashion dan untuk nada politiknya.

Sebagai Simbol Revolusioner

“Guerrillero Heroico”, salah satu foto paling terkenal dari tokoh revolusioner Argentina, Che Guevara, menunjukkan dia mengenakan baret hitam dengan bintang kuningan. Pada tahun 1960 beberapa kelompok aktivis mengadopsi baret hitam. Hal ini juga dilakukan oleh Tentara Republik Irlandia Sementara (PIRA), gerilyawan ETA (yang memakai baret hitam serta kerudung pada penampilan publiknya), Black Panther Party dari Amerika Serikat yang dibentuk pada tahun 1966, dan “Black Beret Cadre” (organisasi sejenis Kekuatan Kulit Hitam di Bermuda).

(Source: Rakyatrukun.com, bobo.grid.id)

Leave a Reply